{"id":331713,"date":"2022-06-14T17:18:02","date_gmt":"2022-06-14T17:18:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=331713"},"modified":"2022-06-14T17:18:02","modified_gmt":"2022-06-14T17:18:02","slug":"ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/","title":{"rendered":"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen"},"content":{"rendered":"<p>(Beritadaerah &#8211; Semarang) Realisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai Rp2,7 triliun atau 98,26 persen. Sekitar 85,6 persen atau sekitar Rp2,4 trilun dari capaian tersebut menggunakan produk dari UMKM.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seusai menghadiri dan mendengar arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait penggunaan produk dalam negeri dalam Rakor Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2022, Selasa (14\/6).<\/p>\n<p>Ganjar menjelaskan perencanaan pengadaan barang dan jasa melalui penyedia barang-jasa di Provinsi Jawa Tangah nilainya kurang lebih Rp4 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas 23.967 paket barang dan jasa. Dari jumlah tersebut yang sudah divalidasi oleh pejabat pembuat komitmen senilai Rp2,8 triliun dengan rincian 19.671 paket.<\/p>\n<p>\u201cDari jumlah yang sudah divalidasi itu, ada Rp2,7 triliun atau sekitar 98,26 persen telah menggunakan produk dalam negeri. Informasi ini menyenangkan buat kita karena komitmen kita tidak buruk. Apalagi Rp2,4 T atau 85,6 persennya menggunakan produk UMKM dan koperasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Ganjar, komitmen tersebut cukup bagus. Ia juga akan terus memantau agar pelaksanaan komitmen sukses dan terus meningkat. Sebab kesuksesan program P3DN tersebut akan mendorong bergeraknya industri dalam negeri.<\/p>\n<p>\u201cPresiden mengingatkan dunia internasional atau eksternalnya berubah demikian drastis, dan akan banyak negara akan mengalami situasi sangat rumit. Kalau kita tidak siap-siap, kita akan ikut rumit. Dengan kekuatan dalam negeri, kalau bahasa Bung Karno itu berdikari dalam bidang ekonomi, dengan aksi-aksi ini menurut saya ini menjadi terobosan yang dahsyat,\u201d ungkap Ganjar.<\/p>\n<p>Selain itu, Ganjar juga setuju dengan afirmasi yang diberikan oleh Presiden Jokowi untuk menstimulus perekonomian dengan membeli produk dalam negeri. Afirmasi tersebut langkah yang bagus untuk memberikan kesempatan membela dan menyerap produk dalam negeri lebih banyak sehingga perekonomian meningkat. Juga memberikan tantangan terhadap industri dalam negeri agar membuat produk yang berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cTinggal nanti kita sampaikan itu kepada BPKP dan BPK agar komitmen ini betul-betul bisa dipegang. Saya setuju dengan Presiden, pasti ini akan mendorong kita semuanya bisa menyerap produk dalam negeri jauh lebih banyak. Ini nanti akan menjadi tantangan bagi produk dalam negeri untuk membuat dengan kualitas dan kuantitas yang jauh lebih bagus. Kalau kita membeli, kira-kira konsumen tidak akan kecewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Presiden Jokowi dalam arahannya menyampaikan realisasi komitmen penggunaan produk dalam negeri harus lebih digenjot. Ia menyampaikan bahwa tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari 209 pemda targetnya Rp543 triliun, bersumber dari ApBN dan APBD. Komitmen yang sduah terealisasi ada sekitar 22 persen atau Rp122,1 triliun.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Jokowi secara tegas mengingatkan agar pengadaan barang dan jasa lebih mengutamakan produk dalam negeri. Ia menemukan masih banyak lembaga dan kementerian yang membeli barang dari luar negeri meskipun di dalam negeri produk yang sama juga diproduksi.<\/p>\n<p>Jokowi memberikan contoh beberapa barang yang masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya mesin jahit low speed dengan harga impor melebihi Rp13 juta, sedangkan produksi dalam negeri seharga Rp12,8 juta. Kemudian Nazal Oxygen Kanula atau selang oksigen dengan harga impor sebesar Rp8.325 sedangkan produksi dalam negeri lebih murah yaitu Rp6.996.<\/p>\n<p>\u201cIni contoh yang menurut saya bagus. Ada contoh produk dalam negeri lebih murah tetapi tidak dibeli. Habis ini saya akan saya perintahkan seluruh rumah sakit yang ada di Jawa Tengah, dimulai yang milik provinsi, untuk beli yang itu. Kalau tidak nanti yang kita evaluasi direkturnya. Itu biar bisa jalan,\u201d ujar Ganjar menanggapi pernyataan Jokowi.<\/p>\n<p>Satu contoh lagi adalah alat mekanik standar. Untuk alat ini harga impornya memang lebih murah sekitar Rp22,9 juta, jika dibandingkan dengan produksi dalam negeri yang masih tinggi sekitar Rp28 juta. Namun untuk hal ini Presiden menggarisbawahi agar tetap mengutamakan produk dalam negeri karena peningkatan nilainya mendukung industri dalam negeri.<\/p>\n<p>\u201cYang ini memang lebih mahal, tetapi Presiden bilang beda harga dikit belilah yang dalam negeri,\u201d tandas Ganjar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah &#8211; Semarang) Realisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai Rp2,7 triliun atau 98,26 persen. Sekitar 85,6 persen atau sekitar Rp2,4 trilun dari capaian tersebut menggunakan produk dari UMKM. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seusai menghadiri dan mendengar arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait penggunaan produk dalam negeri dalam Rakor Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2022, Selasa (14\/6). Ganjar menjelaskan perencanaan pengadaan barang dan jasa melalui penyedia barang-jasa di Provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":331714,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[7],"tags":[33,19],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah &#8211; Semarang) Realisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai Rp2,7 triliun atau 98,26 persen. Sekitar 85,6 persen atau sekitar Rp2,4 trilun dari capaian tersebut menggunakan produk dari UMKM. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seusai menghadiri dan mendengar arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait penggunaan produk dalam negeri dalam Rakor Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2022, Selasa (14\/6). Ganjar menjelaskan perencanaan pengadaan barang dan jasa melalui penyedia barang-jasa di Provinsi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"Joshua Agustinus Pandapotan Purba\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-14T17:18:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Penggunaan-Produk-di-Jawa-Tengah-Foto-Humas-Jateng.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Agustinus Purba\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Agustinus Purba\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/\",\"name\":\"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-06-14T17:18:02+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-14T17:18:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3b8e19e82f6d2e187e6df3497751a11c\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3b8e19e82f6d2e187e6df3497751a11c\",\"name\":\"Agustinus Purba\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e6b3262eea4dcb50419fbfc9b94ded1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e6b3262eea4dcb50419fbfc9b94ded1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Agustinus Purba\"},\"sameAs\":[\"Joshua Agustinus Pandapotan Purba\",\"Joshuaagusra\",\"Agustinus Purba\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/agus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah &#8211; Semarang) Realisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai Rp2,7 triliun atau 98,26 persen. Sekitar 85,6 persen atau sekitar Rp2,4 trilun dari capaian tersebut menggunakan produk dari UMKM. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seusai menghadiri dan mendengar arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait penggunaan produk dalam negeri dalam Rakor Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2022, Selasa (14\/6). Ganjar menjelaskan perencanaan pengadaan barang dan jasa melalui penyedia barang-jasa di Provinsi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_author":"Joshua Agustinus Pandapotan Purba","article_published_time":"2022-06-14T17:18:02+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Penggunaan-Produk-di-Jawa-Tengah-Foto-Humas-Jateng.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Agustinus Purba","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Agustinus Purba","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/","name":"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2022-06-14T17:18:02+00:00","dateModified":"2022-06-14T17:18:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3b8e19e82f6d2e187e6df3497751a11c"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2022\/06\/14\/ganjar-realisasi-penggunaan-produk-dalam-negeri-di-jateng-capai-9826-persen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ganjar, Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Jateng Capai 98,26 Persen"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3b8e19e82f6d2e187e6df3497751a11c","name":"Agustinus Purba","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e6b3262eea4dcb50419fbfc9b94ded1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e6b3262eea4dcb50419fbfc9b94ded1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Agustinus Purba"},"sameAs":["Joshua Agustinus Pandapotan Purba","Joshuaagusra","Agustinus Purba"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/agus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331713"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331713"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331713\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":331715,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331713\/revisions\/331715"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/331714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}