{"id":319813,"date":"2021-11-04T15:55:32","date_gmt":"2021-11-04T08:55:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=319813"},"modified":"2021-11-07T15:56:19","modified_gmt":"2021-11-07T08:56:19","slug":"pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/","title":{"rendered":"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) khususnya pembangkit yang bersifat <em>intermittent <\/em>atau <em>Variable Renewable Energy <\/em>(VRE) baik <em>utility scale <\/em>maupun terdistribusi, memiliki karakter yang berbeda dengan pembangkit jenis lainnya, sehingga dalam integrasinya ke sistem harus memperhatikan dan memenuhi hal-hal di bawah ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Produksi energi dari PLTS dan PLTB harus terprediksi dengan proyeksi perubahan cuaca (<em>weather forecast<\/em>) karena sifatnya yang <em>intermittent<\/em>. Dalam rangka menjaga kestabilan sistem, produksi PLTS dan PLTB harus dapat diprediksi dengan akurat, sehingga pengembangan pembangkit PLTS dan PLTB harus dilengkapi dengan peralatan sensor cuaca (contoh: <em>pyranometer <\/em>untuk PLTS dan <em>anemometer <\/em>untuk PLTB, serta peralatan sensor lainnya) yang harus terintegrasi dengan sistem komunikasi di <em>Control Center <\/em>PLN sehingga dapat dimonitor dan memiliki resolusi dalam satuan waktu tertentu.<\/li>\n<li>Produksi PLTS dan PLTB tidak mengganggu kestabilan sistem. Karakter <em>intermittent <\/em>dari PLTS dan PLTB agar tidak mengganggu kestabilan sistem agar diantisipasi oleh satu atau lebih solusi, antara lain:\n<ul>\n<li>Instalasi dan operasi untuk peralatan-peralatan pengaturan frekuensi \u2028otomatis dan pengatur tegangan otomatis pada seluruh pembangkit konvensional baik pembangkit <em>existing <\/em>maupun pembangkit baru harus menaati aturan jaringan yang berlaku.<\/li>\n<li>Perubahan pola operasi pembangkit dengan kemampuan <em>high ramping rate <\/em>yang disesuaikan dengan operasi dari PLTS dan PLTB.<\/li>\n<li>Instalasi <em>battery energy system storage <\/em>(BESS) sebagai <em>buffering<\/em>.<\/li>\n<li>PLTA <em>Pumped Storage <\/em>dengan teknologi <em>variable speed drive <\/em>pada motor pompa.<\/li>\n<li>Solusi-solusi <em>buffering <\/em> \u2028lainnya<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Diperlukan antisipasi untuk pembangkit VRE yang terkoneksi ke sistem dengan menggunakan <em>power electronic <\/em>karena tidak memiliki inersia sehingga diperlukan beberapa solusi, antara lain:\n<ul>\n<li>Perubahan pola operasi pembangkit termal konvensional skala besar \u2028yang dioperasikan untuk menjaga inersia sistem tetapi pembebanannya \u2028tidak pada kondisi paling optimal.<\/li>\n<li>Teknologi <em>inverter <\/em>yang mampu merespon layaknya <em>governor <\/em>pembangkit \u2028termal (<em>virtual inertia<\/em>).<\/li>\n<li>Instalasi <em>synchronous condenser <\/em> (prioritas untuk pembangkit \u2028eksisting yang tidak di <em>dispatch<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Diperlukan antisipasi <em>duck curve <\/em>sebagai akibat produksi PLTS dan <em>rooftop <\/em><em style=\"text-align: justify;\">PV <\/em><span style=\"text-align: justify;\">yang masif di jaringan distribusi pada siang hari, antara lain:<\/span>\n<ul>\n<li>Pemanfaatan pembangkit yang mempunyai <em>ramping rate <\/em>yang tinggi \u2028seperti PLTA, <em>pumped storage<\/em>, PLTG\/MG dan BESS.<\/li>\n<li>Penentuan <em>technical minimum load <\/em>dari pembangkit-pembangkit yang \u2028bersifat <em>base <\/em>seperti PLTU Batubara dan PLTP, baik secara teknis \u2028maupun kontraktual.<\/li>\n<li>Penentuan kontrak gas yang dapat menyesuaikan dengan pola operasi \u2028PLTS dan <em>rooftop PV<\/em>.<\/li>\n<li>Pemanfaatan PLTU batubara di Jerman dan Denmark telah dimodifikasi \u2028<em>(retrofit) <\/em>untuk dapat beroperasi dengan <em>technical minimum load <\/em>yang rendah serta <em>ramping rate <\/em>yang lebih tinggi dan berfungsi sebagai <em>load follower <\/em>untuk mengimbangi intermiten dari PLTS yang sangat besar. Perlu kajian lanjutan antara penerapan <em>retrofit <\/em>yang memiliki biaya cukup besar dibandingkan dengan membangun pembangkit <em>load follower <\/em>berbahan bakar gas yang investasinya lebih murah namun biaya operasinya lebih tinggi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Setiap peralatan <em>power electronic <\/em>pada PLTS dan PLTB yang terkoneksi ke sistem paling tidak memiliki fitur:<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kemampuan <em>Low Voltage Ride Through<\/em>, sehingga saat terjadi gangguan di sistem yang menyebabkan penurunan tegangan, tidak menyebabkan PLTS\/PLTB ikut <em>trip<\/em>.<\/li>\n<li>Kemampuan <em>support <\/em>tegangan seperti jenis pembangkit konvensional lainnya yang tercantum pada Aturan Jaringan yang berlaku. Kemampuan <em>Low Frequency Ride Through<\/em>, sehingga saat terjadi gangguan di sistem yang menyebabkan penurunan frekuensi, tidak menyebabkan PLTS\/PLTB ikut <em>trip<\/em>.<\/li>\n<li>Kemampuan <em>\u201chalf\u201d frequency control<\/em>, yaitu pada saat frekuensi sistem naik namun keluaran daya dari PLTS\/PLTB turun dan saat frekuensi sistem turun namun keluaran daya dari PLTS\/PLTB tidak boleh turun (tetap).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh solusi di atas harus dikoordinasikan dan dipenuhi sejak awal pengembangan pembangkit EBT dengan sifat <em>intermiten<\/em> (VRE) sehingga dapat memenuhi aspek teknis, aspek ekonomis, serta sudah memenuhi aturan jaringan <em>(grid code) <\/em>dan standar yang berlaku di PLN. Dukungan pemerintah dalam hal ini diperlukan untuk menetapkan dan menekankan pelaksanaan <em>grid code <\/em>yang mengakomodir isu keandalan sistem akibat injeksi VRE.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Solusi-solusi untuk mempertahankan keandalan sistem akibat adanya injeksi VRE akan berdampak pada penambahan biaya yang menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan VRE di sistem ketenagalistrikan. Selain itu, penetapan pihak yang seharusnya menanggung penambahan biaya juga menjadi isu yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rencana pengembangan VRE khususnya PLTS sudah termasuk PLTS Lisdes, PLTS Dedieselisasi dan PLTS <em>Grid <\/em>(terkoneksi ke sistem). Sedangkan PLTS Atap tidak di pertimbangkan menjadi bagian dari tambahan kapasitas PLTS dengan catatan:<\/p>\n<ul>\n<li>Kapasitas dari PLTS Atap dibatasi sesuai dengan kemampuan Sistem PLN.<\/li>\n<li>Dampak PLTS Atap terhadap BPP PLN akan meningkatkan beban Subsidi\/Kompensasi.<\/li>\n<li>\u00a0Tidak ada transaksi dalam skema bisnis PLTS Atap.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Strategi Pengembangan VRE dengan <em>Battery Energy Storage System <\/em>(BESS) <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangkit <em>variable renewable energy <\/em>(VRE) dicirikan oleh sifat ketidakpastian dan variabilitas akibat fluktuasi daya dari matahari karena pergerakan awan dan fluktuasi kecepatan angin pada pembangkit tenaga angin. Dengan menggabungkan antara <em>battery energy storage system <\/em>(BESS) dan pembangkit VRE akan mengurangi sifat intermiten pembangkit tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi BESS yang di <em>hybrid <\/em>dengan pembangkit VRE ada bermacam-macam seperti : <em>blackstart, peak shaving, frequency regulated (frequency smoothing) <\/em>dan sebagai <em>firming capacity<\/em>. Berikut adalah jenis <em>storage <\/em>dan aplikasinya pada sistem tenaga listrik seperti ditunjukkan pada tabel berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Jenis <em>Storage <\/em>dan Aplikasinya pada Sistem Tenaga Listrik <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img class=\"size-full wp-image-319815 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-07-at-2.40.55-PM.png\" alt=\"\" width=\"536\" height=\"465\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-07-at-2.40.55-PM.png 536w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-07-at-2.40.55-PM-300x260.png 300w\" sizes=\"(max-width: 536px) 100vw, 536px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber : IRENA 2019<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam mencapai target bauran energi dari EBT sebesar 23% pada tahun 2025 maka pemanfaatan pembangkit VRE pada sistem kelistrikan di Indonesia menjadi masif terutama solar PV, baik yang terkoneksi pada level tegangan tinggi maupun pada distribusi. Penggunaan BESS yang di-<em>hybrid <\/em>dengan pembangkit VRE untuk mengurangi fluktuasi <em>output <\/em>daya, mengurangi sifat <em>variability <\/em>dan kecukupan daya sesuai dengan <em>demand <\/em>sehingga dapat difungsikan untuk dapat bersaing dengan pembangkit konvensional pemikul beban dasar. Aplikasi BESS yang di-<em>hybrid <\/em>dengan pembangkit VRE antara lain:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Penggunaan BESS sebagai <em>frequency regulation <\/em>yang mengurangi sifat <em>variability <\/em>dan fluktuasi daya <em>output <\/em>dari pembangkit VRE sehingga <em>output <\/em>daya nya menjadi lebih halus dan tidak menyebabkan fluktuasi tegangan dan frekuensi pada sistem kelistrikan (fungsi <em>smoothing<\/em>).<\/li>\n<li>Penggunaan BESS sebagai <em>firming capacity <\/em>pada pembangkit VRE dapat memberikan <em>output <\/em>yang lebih pasti dengan kecukupan daya sesuai dengan <em>demand<\/em>, sehingga dapat memberikan nilai lebih pada pembangkit VRE untuk dapat bersaing dengan pembangkit konvensional pemikul beban dasar. Namun dari sisi keekonomian, akan diperlukan biaya yang tinggi karena konsep BESS sebagai <em>firming capacity <\/em>akan membutuhkan kapasitas yang besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, dalam pengembangan VRE perlu diperhatikan kebutuhan sistem akan tambahan pembangkit dan kesiapan sistem, agar keandalan tetap terjaga. Umumnya penggunaan VRE sedikit banyak akan berpengaruh pada keandalan sistem, sehingga di beberapa sistem dibutuhkan VRE yang dilengkapi baterai baik untuk <em>smoothing<\/em>, maupun untuk <em>firming<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan baterai untuk kebutuhan <em>smoothing <\/em>biasanya digunakan agar tegangan dan frekuensi sistem tetap dalam batas aman. Demikian pula untuk kebutuhan <em>firming, <\/em>namun untuk yang kedua biasanya dipersyaratkan untuk sistem yang kuota penambahan pembangkit VRE nya sudah terlewati. Untuk firming, biasanya kebutuhan baterai yang dipersyaratkan relatif besar. Dengan harga baterai yang masih mahal, VRE dengan persyaratan baterai <em>firming <\/em>akan menghadapi tantangan yang besar karena secara teknis harus bersaing dengan pembangkit <em>base loader <\/em>yang handal (seperti PLTU dan PLTA) dan secara finansial setidaknya harus setara dengan biaya operasi di beban dasar atau tidak lebih tinggi dari <em>marginal cost <\/em>sistem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PLN dan konsultan (LAPI ITB) telah melakukan kajian terkait kuota VRE yang dapat diserap oleh sistem-sistem kelistrikan besar PLN. Setiap sistem mempunyai kuota yang berbeda-beda sesuai dengan kekuatan sistem tersebut menerima VRE dan kebutuhan sistem terhadap jenis pembangkit tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) khususnya pembangkit yang bersifat intermittent atau Variable Renewable Energy (VRE) baik utility scale maupun terdistribusi, memiliki karakter yang berbeda dengan pembangkit jenis lainnya, sehingga dalam integrasinya ke sistem harus memperhatikan dan memenuhi hal-hal di bawah ini: Produksi energi dari PLTS dan PLTB harus terprediksi dengan proyeksi perubahan cuaca (weather forecast) karena sifatnya yang intermittent. Dalam rangka menjaga kestabilan sistem, produksi PLTS dan PLTB harus dapat diprediksi dengan akurat, sehingga pengembangan pembangkit PLTS dan PLTB [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":298929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) khususnya pembangkit yang bersifat intermittent atau Variable Renewable Energy (VRE) baik utility scale maupun terdistribusi, memiliki karakter yang berbeda dengan pembangkit jenis lainnya, sehingga dalam integrasinya ke sistem harus memperhatikan dan memenuhi hal-hal di bawah ini: Produksi energi dari PLTS dan PLTB harus terprediksi dengan proyeksi perubahan cuaca (weather forecast) karena sifatnya yang intermittent. Dalam rangka menjaga kestabilan sistem, produksi PLTS dan PLTB harus dapat diprediksi dengan akurat, sehingga pengembangan pembangkit PLTS dan PLTB [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-04T08:55:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-11-07T08:56:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Energi-Listrik-Foto-ESDM.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pesta Siregar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pesta Siregar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/\",\"name\":\"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2021-11-04T08:55:32+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-07T08:56:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994\",\"name\":\"Pesta Siregar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png\",\"caption\":\"Pesta Siregar\"},\"description\":\"Journalist Berita Daerah\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/pestaria\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) khususnya pembangkit yang bersifat intermittent atau Variable Renewable Energy (VRE) baik utility scale maupun terdistribusi, memiliki karakter yang berbeda dengan pembangkit jenis lainnya, sehingga dalam integrasinya ke sistem harus memperhatikan dan memenuhi hal-hal di bawah ini: Produksi energi dari PLTS dan PLTB harus terprediksi dengan proyeksi perubahan cuaca (weather forecast) karena sifatnya yang intermittent. Dalam rangka menjaga kestabilan sistem, produksi PLTS dan PLTB harus dapat diprediksi dengan akurat, sehingga pengembangan pembangkit PLTS dan PLTB [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2021-11-04T08:55:32+00:00","article_modified_time":"2021-11-07T08:56:19+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Energi-Listrik-Foto-ESDM.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Pesta Siregar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pesta Siregar","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/","name":"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2021-11-04T08:55:32+00:00","dateModified":"2021-11-07T08:56:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/04\/pengembangan-energi-baru-terbarukan-ebt-yang-intermittent\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang Intermittent"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994","name":"Pesta Siregar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png","caption":"Pesta Siregar"},"description":"Journalist Berita Daerah","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/pestaria\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319813"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=319813"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":319819,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319813\/revisions\/319819"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/298929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=319813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=319813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=319813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}