{"id":262005,"date":"2019-03-19T22:09:44","date_gmt":"2019-03-19T15:09:44","guid":{"rendered":"http:\/\/beritadaerah.co.id\/?p=262005"},"modified":"2019-03-19T22:09:44","modified_gmt":"2019-03-19T15:09:44","slug":"ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/","title":{"rendered":"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah \u2013 Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun 4,5 tahun ini pemerintah berkonsentrasi dan fokus pada pembangunan infrastruktur, termasuk di antaranya berupa jalan-jalan produksi menuju ke kebun, menuju ke sawah lewat anggaran dana desa, namun swasembada pangan tidak bisa dilakukan secara instan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau orang menginginkan langsung bisa swasembada, bisa langsung ketahanan kita meloncat baik, kedaulatan pangan kita langsung sehari- dua hari balikkan tangan jadi, tidak akan mungkin seperti itu. Perlu proses, perlu tahapan-tahapan,\u201d kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19\/3).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Jokowi memberi contoh saat 2014 berkunjung ke Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk melakukan panen raya jagung. Yang terjadi di sana, meskipun jagungnya bagus-bagus, ia justru dimarahi para petani karena harga jagung saat itu justru jatuh pada harga Rp1.400-Rp1.600 per kg, sementara ongkos produksi mencapai Rp1.800\/kg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau memang produksi per hektarnya bagus namun harganya jatuh untuk apa,\u201d ungkap Presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melakukan pengecekan, menurut Presiden, jatuhnya harga jagung saat itu karena impornya gede banget, hampir 3,6 juta ton. Karena itu, Presiden lantas mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) yang menetapkan Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung saat itu menjadi Rp2.700\/kg, dengan harapan dengan harga itu petani sudah untung, dimanapun karena kita ambil rata-rata di semua daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun Presiden justri kaget karena harga justru bisa di atas Rp3.000, di atas Rp3.500, bahkan pernah di atas Rp4.000, di atas Rp5.000. Karena impor jagungnya oleh Menteri Pertanian langsung direm total. \u201cData yang saya punyai, di 2018 kemarin impor kita hanya 180.000 ton. Sebelumnya 3, hampir 3,6 juta ton,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya apa? Menurut Presiden Jokowi, produksi petani itu semakin melonjak naik karena memang harganya memungkinkan petani untuk dapat keuntungan. Sebelumnya Rp1.600, siapa yang mau nanam kalau hanya untuk rugi. Akhirnya, pemerintah impor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi seperti ini memerlukan proses,\u201d tegas Presiden Jokowi seraya menyampaikan harapannya, agar proses treatment pada jagung ini juga bisa dilakukan pada komoditas-komoditas yang lainnya, terutama yang banyak kita impor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun Presiden mengingatkan, bahwa sampai 2011 awal kita baru memiliki 235 waduk, atau hanya bisa mengairi 11 persen sawah dan kebun. Kalau ditambah dengan selesainya pembangunan 65 waduk baru tahun ini, menurut Presiden, hanya akan menambah suplai air menjadi 20 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasih jauh sekali kita ini. Jadi jangan membayangkan ketahanan pangan, kedaulatan pangan, swasembada kalau ini belum terselesaikan. Ini urusan waduk lho. Dan kita harus berani ini, harus berani investasi di sini,\u201d tutur Kepala Negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ubah \u2018Mindset\u2019<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi mengajak para petani untuk merubah mindset, merubah pola pikir bahwa keuntungan di pertanian juga di perkebunan yang paling besar itu justru di paska panennya. Diproses penggilingannya kalau padi misalnya, di porses packaging-nya, kemasannya. Kemudian diproses menjualnya untuk ke pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, Kepal Negara mengajak para petani yang tergabung dalam HKTI agar mulai berpikir ke paska panennya, misalnya, RMU, rice milling unit beserta seluruh perangkat kemasan, membuat brand labelnya, namanya. Sehingga packaging itu betul-betul sebagai sebuah produk yang memang layak untuk langsung dipasarkan di hipermarket, di supermarket, di minimarket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni saya lihat mulai, sudah mulai di dalam 4 tahun ini mulai kita arahkan ke sana. Dan memang perbankan ini harus berperan,\u201d ungkap Kepala Negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Problemnya sekarang, lanjut Presiden, pembelian RMU untuk kemasan, dryer, itu memang perlu dukungan dari perbankan. Ia meminta agar bank-bank negara seperti BRI, Mandiri, BTN, dan BNI memberikan support sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun Presiden Jokowi juga mendorong para petani untuk mengkoorporasikan. \u201cJadi petani itu membuat korporasi, bukan koperasi, korporasi. Isinya bisa koperasi, bisa kelompok-kelompok tani tapi dalam jumlah yang besar. Kemudian ambil RMU, dryer, packaging semuanya ada, berikan ke bank. Sudah, suruh biayai. Balik itu dalam 2-3 tahun,\u201d tutur Presiden seraya menambahkan, korporasi itu harus dikelola dengan manajemen yang bagus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Badan Pertimbangan HKTI Oesman Sapta, dan jajaran pengurus HKTI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Source : Setkab<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah \u2013 Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun 4,5 tahun ini pemerintah berkonsentrasi dan fokus pada pembangunan infrastruktur, termasuk di antaranya berupa jalan-jalan produksi menuju ke kebun, menuju ke sawah lewat anggaran dana desa, namun swasembada pangan tidak bisa dilakukan secara instan. \u201cKalau orang menginginkan langsung bisa swasembada, bisa langsung ketahanan kita meloncat baik, kedaulatan pangan kita langsung sehari- dua hari balikkan tangan jadi, tidak akan mungkin seperti itu. Perlu proses, perlu tahapan-tahapan,\u201d kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":262007,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah \u2013 Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun 4,5 tahun ini pemerintah berkonsentrasi dan fokus pada pembangunan infrastruktur, termasuk di antaranya berupa jalan-jalan produksi menuju ke kebun, menuju ke sawah lewat anggaran dana desa, namun swasembada pangan tidak bisa dilakukan secara instan. \u201cKalau orang menginginkan langsung bisa swasembada, bisa langsung ketahanan kita meloncat baik, kedaulatan pangan kita langsung sehari- dua hari balikkan tangan jadi, tidak akan mungkin seperti itu. Perlu proses, perlu tahapan-tahapan,\u201d kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-19T15:09:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Bersama-HKTI-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"6048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"4032\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/\",\"name\":\"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-03-19T15:09:44+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-19T15:09:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3c79536b0cd9c9edc04a8677be7073a2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3c79536b0cd9c9edc04a8677be7073a2\",\"name\":\"Ita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-10-07-at-13.35.32.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-10-07-at-13.35.32.jpeg\",\"caption\":\"Ita\"},\"description\":\"Journalist\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/ita\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah \u2013 Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun 4,5 tahun ini pemerintah berkonsentrasi dan fokus pada pembangunan infrastruktur, termasuk di antaranya berupa jalan-jalan produksi menuju ke kebun, menuju ke sawah lewat anggaran dana desa, namun swasembada pangan tidak bisa dilakukan secara instan. \u201cKalau orang menginginkan langsung bisa swasembada, bisa langsung ketahanan kita meloncat baik, kedaulatan pangan kita langsung sehari- dua hari balikkan tangan jadi, tidak akan mungkin seperti itu. Perlu proses, perlu tahapan-tahapan,\u201d kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2019-03-19T15:09:44+00:00","og_image":[{"width":6048,"height":4032,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Bersama-HKTI-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ita","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/","name":"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2019-03-19T15:09:44+00:00","dateModified":"2019-03-19T15:09:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3c79536b0cd9c9edc04a8677be7073a2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/ubah-mindset-petani-jokowi-swasembada-pangan-nasional-tidak-instan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ubah Mindset Petani, Jokowi: Swasembada Pangan Nasional Tidak Instan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/3c79536b0cd9c9edc04a8677be7073a2","name":"Ita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-10-07-at-13.35.32.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-10-07-at-13.35.32.jpeg","caption":"Ita"},"description":"Journalist","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/ita\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262005"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=262005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262005\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/262007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=262005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=262005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=262005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}