{"id":252953,"date":"2018-11-15T16:29:33","date_gmt":"2018-11-15T09:29:33","guid":{"rendered":"http:\/\/beritadaerah.co.id\/?p=252953"},"modified":"2018-12-18T10:17:54","modified_gmt":"2018-12-18T03:17:54","slug":"wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/","title":{"rendered":"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah \u2013 Nasional) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menilai, perlu ada upaya terobosan pembiayaan guna mengatasi tantangan kebutuhan infrastruktur dan keterbatasan fiskal. Selain keterbatasan fiskal, tantangan pembangunan di Indonesia juga dihadapkan pada luasnya wilayah dengan potensi setiap daerah yang berbeda-beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPembangunan infrastruktur dan industri mestinya multi sektor dan multi dimensi, ada kemaritiman, pertanian, dan lainnya tapi sekaligus kita banyak tantangan di sana yaitu keterbatasan fiskal yang membutuhkan terobosan pembiayaan,\u201d ujar Wamenkeu saat memberikan sambutan seminar nasional tentang Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia, pada Kamis (15\/11) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wamenkeu menambahkan, Indonesia dengan wilayah yang luas, terdiri dari 34 provinsi dan kurang lebih 514 kabupaten\/kota, pembiayaan infrastruktur yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 8.000 triliun rupiah. Kebutuhan tersebut tidak mungkin hanya didanai dari APBN. APBN saat ini telah memiliki komitmen dari undang-undang seperti belanja pendidikan sebesar 20 persen, belanja kesehatan 5 persen, dan kewajiban lainnya seperti dana transfer, Dana Desa, dan berbagai belanja sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, perlu ada terobosan pembiayaan yang kreatif diantaranya melalui lembaga pembiayaan pembangunan yang sifatnya multi dimensi dan multi sektor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPrinsip dalam membentuk lembaga ini adaalah dengan keterbatasan fiskal yang ada kedepan kita ingin lembaga ini adalah yang modern, maju, mandiri, bersaing sehat dan berkeadilan dengan melihat dan bisa mendukung ekonomi regional maupun global,\u201d pungkasnya<\/p>\n<p>Agustinus\/Journalist\/BD<br \/>\nEditor : Panda<br \/>\nSource : Kemenkeu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah \u2013 Nasional) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menilai, perlu ada upaya terobosan pembiayaan guna mengatasi tantangan kebutuhan infrastruktur dan keterbatasan fiskal. Selain keterbatasan fiskal, tantangan pembangunan di Indonesia juga dihadapkan pada luasnya wilayah dengan potensi setiap daerah yang berbeda-beda. \u201cPembangunan infrastruktur dan industri mestinya multi sektor dan multi dimensi, ada kemaritiman, pertanian, dan lainnya tapi sekaligus kita banyak tantangan di sana yaitu keterbatasan fiskal yang membutuhkan terobosan pembiayaan,\u201d ujar Wamenkeu saat memberikan sambutan seminar nasional tentang Lembaga Pembiayaan Pembangunan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":252955,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah \u2013 Nasional) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menilai, perlu ada upaya terobosan pembiayaan guna mengatasi tantangan kebutuhan infrastruktur dan keterbatasan fiskal. Selain keterbatasan fiskal, tantangan pembangunan di Indonesia juga dihadapkan pada luasnya wilayah dengan potensi setiap daerah yang berbeda-beda. \u201cPembangunan infrastruktur dan industri mestinya multi sektor dan multi dimensi, ada kemaritiman, pertanian, dan lainnya tapi sekaligus kita banyak tantangan di sana yaitu keterbatasan fiskal yang membutuhkan terobosan pembiayaan,\u201d ujar Wamenkeu saat memberikan sambutan seminar nasional tentang Lembaga Pembiayaan Pembangunan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-15T09:29:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-12-18T03:17:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/wamen-lppi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pesta Siregar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pesta Siregar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/\",\"name\":\"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-11-15T09:29:33+00:00\",\"dateModified\":\"2018-12-18T03:17:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994\",\"name\":\"Pesta Siregar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png\",\"caption\":\"Pesta Siregar\"},\"description\":\"Journalist Berita Daerah\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/pestaria\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah \u2013 Nasional) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menilai, perlu ada upaya terobosan pembiayaan guna mengatasi tantangan kebutuhan infrastruktur dan keterbatasan fiskal. Selain keterbatasan fiskal, tantangan pembangunan di Indonesia juga dihadapkan pada luasnya wilayah dengan potensi setiap daerah yang berbeda-beda. \u201cPembangunan infrastruktur dan industri mestinya multi sektor dan multi dimensi, ada kemaritiman, pertanian, dan lainnya tapi sekaligus kita banyak tantangan di sana yaitu keterbatasan fiskal yang membutuhkan terobosan pembiayaan,\u201d ujar Wamenkeu saat memberikan sambutan seminar nasional tentang Lembaga Pembiayaan Pembangunan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2018-11-15T09:29:33+00:00","article_modified_time":"2018-12-18T03:17:54+00:00","og_image":[{"width":900,"height":600,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/wamen-lppi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Pesta Siregar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pesta Siregar","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/","name":"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2018-11-15T09:29:33+00:00","dateModified":"2018-12-18T03:17:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2018\/11\/15\/wamenkeu-pembangunan-indonesia-butuh-pembiayaan-yang-inovatif-dan-multidimensi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wamenkeu: Pembangunan Indonesia Butuh Pembiayaan yang Inovatif dan Multidimensi"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/e52accc6f7d6da1c11a2ea9b40c31994","name":"Pesta Siregar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2025-07-03-175054.png","caption":"Pesta Siregar"},"description":"Journalist Berita Daerah","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/pestaria\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252953"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=252953"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252953\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=252953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=252953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=252953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}