(Beritadaerah-Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat terus dipercepat melalui kerja terpadu balai-balai teknis di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Upaya percepatan ini difokuskan pada pemulihan alur sungai, pengerukan sedimen, pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, serta dukungan terhadap operasi pencarian dan penyelamatan korban.
Presiden Prabowo disebut telah meminta seluruh unsur pemerintah bertindak secepat mungkin dalam merespons bencana di wilayah Sumatera.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa penanganan darurat membutuhkan sinergi penuh antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa seluruh instrumen teknis Kementerian PU mulai dari alat berat, tenaga lapangan, hingga logistik telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak tersebut.
Hingga 30 November 2025, tercatat 56 unit excavator telah beroperasi di berbagai lokasi, sementara 12 unit tambahan sedang dimobilisasi melalui dukungan Kementerian PU, pemerintah daerah, TNI AD, dan sejumlah mitra kerja.
Di Provinsi Aceh, BWS Sumatera I menggerakkan sembilan alat berat, terdiri dari tujuh excavator yang telah bekerja di lapangan dan dua wheel loader yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi. Pengerjaan dipusatkan pada pembersihan sedimen di saluran pembuang, pengangkatan material longsor, serta pengoperasian pintu pengendali banjir untuk mengurangi genangan akibat *backwater*. Selain memanfaatkan alat milik pemerintah, BWS Sumatera I juga menarik dukungan alat dari mitra kerja yang berada di sekitar lokasi bencana. Penanganan difokuskan di wilayah Aceh Barat, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, dan Pidie.
Di Sumatera Utara, BBWS Sumatera II bersama BPJN Sumut, pemerintah daerah, dan TNI AD melakukan percepatan pembukaan Jalan Nasional Tarutung–Sibolga yang sebelumnya terputus di puluhan titik. Sepuluh alat berat bekerja serentak, sehingga dalam dua hari terakhir sekitar 30 kilometer dari total 60 kilometer jalur sudah kembali dapat dilalui. Sebanyak 26 titik longsor berhasil dibuka dan akses menuju Desa Sibalanga yang sebelumnya terisolasi kini telah dapat ditembus kendaraan roda empat. Selain itu, bantuan material darurat berupa 60 geobag telah tiba di lapangan, sementara ratusan geobag tambahan dan lebih dari 1.300 bronjong kawat disiapkan untuk penguatan tebing sungai dan stabilisasi aliran.
Untuk penanganan di Sumatera Barat, kegiatan difokuskan pada pengerukan sedimen, pemulihan alur sungai, serta penanganan darurat infrastruktur air. Di Kota Padang, satu excavator *long arm* digunakan untuk membersihkan sedimentasi di intake PDAM, sementara dua *mobile pump* diturunkan untuk mempercepat surutnya banjir di Kelurahan Ulak Karang Utara. Di Padang Pariaman, pembersihan sedimentasi muara Batang Ulakan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai. Sementara di Kabupaten Agam, satu excavator dikerahkan untuk membersihkan material banjir. Kabupaten Solok dan Tanah Datar juga memberikan dukungan bronjong masing-masing sebanyak 200 unit untuk keperluan perbaikan darurat dan pembentukan alur sungai.
Kementerian PU menegaskan bahwa seluruh balai teknis Sumber Daya Air terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan kebutuhan sumber daya di lapangan secara dinamis. Dengan kerja sama lintas pihak, percepatan penanganan bencana di tiga provinsi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.


