Yangko Khas Borobudur Laris Berkat Lapak Ganjar

(Beritadaerah – Magelang) Lapak Ganjar yang merupakan program promosi online lewat media sosial yang diinisiasi oleh Gubernur Ganjar Pranowo turut dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM di Jawa Tengah. Salah satu usaha yang dipromosikan oleh Lapak Ganjar yakni usaha Yangko Ekaeco khas Borobudur.

Setelah dipromosikan usaha ini berkembang pesat, bukan hanya mengalami peningkatan permintaan, melainkan juga menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Usaha Yangko Ekaeco Borobudur yang kali pertama dirintis Eka Yulia Astutik, warga Tingal Wetan RT 5 RW 2, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, awalnya hanya berproduksi kecil-kecilan. Penjualannya dengan model cash on delivery (COD).

“Awal mula tahun 2019 saya sama ibu mencoba membuka usaha. Ibu yang buat yangko dan saya yang memasarkan. Awalnya sistem cash on delivery (COD),” kata Eka yang dikutip laman Jatengprov, Sabtu (15/10).

Dalam mengembangkan usahanya, Eka bersama ibunya mencoba peruntungan dengan mengikutsertakan promosi di Lapak Ganjar. Setelah dipromosikan DM pada masuk dan pesanan datang semua dari berbagai daerah.

Pesanan itu lebih luas, bukan hanya dari wilayah Magelang. Di antaranya Semarang, Salatiga, Cilacap, dan luar daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali. Produknya bisa dilihat di akun Instagram @yangkoekaeco. Peningkatan pesanan mencapai 80 persen. Sehingga saat ini omzet mencapai Rp 30 juta per bulan, tapi itu naik turun.

Dengan meningkatnya permintaan itu, Eka merekrut karyawan untuk membantu produksi. Saat ini, ia memiliki 12 karyawan, yang mayoritas dari desa setempat.

Selain itu, Eka juga terus berinovasi kualitas yangko dengan menambah varian rasa. Seperti original, wijen, keju, pandan, cokelat, stroberi, taro, red velvet, oreo, greentea, durian, mix, dan choco crunchy. Lapak Ganjar sangat membantu, dulunya 50 boks per hari, sekarang usaha ini pernah sampai 1.000 boks per hari.