Ombudsman RI: Pelayanan Publik di Jateng Termasuk Luar Biasa

(Beritadaerah – Semarang) Ketua Ombudsman RI Muhammad Najih menyampaikan, perkembangan pelayanan publik di Jawa Tengah (Jateng) termasuk luar biasa. Jateng sudah memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melayani masyarakat. Ke depan pihaknya berharap layanan yang diberikan bisa lebih bersifat integratif. Hal tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik, antara Pemprov Jateng dengan Ombudsman RI di Rumah Dinas Wagub, Jl Rinjani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/6).

Penandatanganan tersebut merupakan wujud komitmen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat. Penandatanganan dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua Ombudsman RI, Muhammad Najih.

Menurut Wagub Taj Yasin Maimoen, penandatanganan MoU itu harus menjadi dorongan Jawa Tengah, untuk semakin peka terhadap isu-isu pelayanan publik. Penghargaan-penghargaan di bidang pelayanan publik yang pernah diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, jangan sampai membuat lengah dan justru menurunkan kualitas pelayanan publik. Salah satu fasilitas pelayanan publik di Jawa Tengah adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) yang sudah didirikan di 11 kabupaten/ kota. Antara lain Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Banyumas, dan Jepara.

“MPP sudah ada di beberapa kabupaten (dan kota). Akan tetapi itu memang masih perlu kita tingkatkan kerja sama antara OPD, dan mengubah mindset bahwa dengan adanya MPP itu adalah untuk memudahkan masyarakat untuk (perizinan) investasi, untuk pelayanan pendidikan  dan seterusnya. Maka di sini perlu kita tingkatkan, kita kerja samakan. Jangan hanya gedungnya yang sudah ada, tetapi kemudahan yang didapat juga harus benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Gus Yasin sapaan wagub yang dikutip laman Jatengprov, Rabu (29/6).

Kehadiran MPP ini sangat membantu masyarakat dalam mengurus pelayanan dalam satu tempat yang terintegrasi. Kebutuhan berbagai layanan perizinan, non-perizinan, dan administrasi dilayani dengan cepat.

Dijelaskan juga oleh Gus Yasin, bahwa sinergi dalam memberikan pelayanan publik antara Pemprov Jateng dan 35 kabupaten/ kota, dibangun dengan baik. Dengan begitu, kualitas pelayanan publik di Jawa Tengah akan maju bersama. Pemprov Jateng juga melakukan sinergi dengan pemda di kabupaten/kota, sehingga dapat maju bersama, kompak dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat bersama-sama.