(Beritadaerah – Jakarta) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) belum lama ini kembali menyalurkan bantuan konservasi melalui program Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) kepada Pokmaswas Hena Berkarya, Provinsi Maluku. Bantuan ini sejalan dengan telah ditetapkannya Kawasan Konservasi di Pulau Buano melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2021 tentang Kawasan Konservasi di Perairan Pulau Buano Provinsi Maluku.

Bantuan konservasi senilai mencapai 100 Juta Rupiah yang diberikan tersebut terdiri dari 1 unit kapal berbahan fiberglass, 1 unit mesin tempel 15 PK, 1 unit laptop, 1 unit printer, 1 unit projector dan screen projector tripod, 1 unit kamera under water, 1 unit teropong malam dan 1 unit senter selam.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo dalam keterangannya menyampaikan bahwa tujuan pemberian bantuan pemerintah adalah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi dan jenis ikan yang dilindungi melalui penyediaan sarana dan prasarana konservasi kepada masyarakat yang melakukan kegiatan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan kawasan konservasi dan jenis ikan yang dilindungi.

“Harapannya, melalui program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar kawasan untuk ikut berperan aktif dalam pengelolaan kawasan konservasi, disamping itu juga diperlukan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan oleh Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP),” urai Victor.

Sedangkan Kepala LPSPL Sorong Santoso Budi Widiarto mengungkapkan bahwa bantuan kepada Pokmaswas Hena Berkarya, Provinsi Maluku ini merupakan bantuan KOMPAK pertama yang diserahkan LPSPL Sorong di tahun 2022 sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada kelompok penggerak konservasi. Pokmaswas Hena berkarya ditetapkan sebagai kelompok penerima bantuan setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi proposal.

Kabid Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Imran Sangadji menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KKP yang telah melibatkan DKP Provinsi Maluku dalam memberikan penilaian dan rekomendasi serta memberikan penilaian obyektif terhadap usulan calon kelompok penerima bantuan.

“Bantuan KOMPAK ini tentu dapat memberi dampak positif bagi konservasi dari aspek ekonomi, sosial dan ekonomi wisata pesisir, dan Pokmaswas Hena Berkarya semakin produktif dan berperan aktif dalam perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumberdaya perairan dan menjadi contoh bagi kelompok lainnya,” ujar Imran.

Sementara itu, Ketua Pokmaswas Hena Berkarya Roberth Hutuely selepas penandatanganan BAST menyambut baik bantuan KOMPAK yang diberikan melalui LPSPL Sorong dan berkomitmen untuk lebih aktif untuk menjaga kawasan konservasi dan meningkatkan pengawasan kelautan dan perikanan di Pulau Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada tahun 2021 telah menetapkan 4 kawasan konservasi baru di Maluku seluas 267.260,44 Ha di 4 lokasi yaitu Seram Utara Barat seluas 106.710,86 Ha, Kepulauan Lease seluas 67.484,19 Ha, Perairan Pulau Buano seluas 31.886,86 Ha serta Perairan Pulau Ay dan Pulau Rhun seluas 61.178,53 Ha. Sejalan dengan kebijakan ini, kelompok penerima bantuan sangat didorong menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi.

 

Jimmy A/Journalist/BD
Editor: Jimmy A
Sumber: Humas Kementrian KKP

Leave a Reply

Your email address will not be published.