(Beritadaerah – Bali) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan kegiatan, yaitu Food Startup Indonesia (FSI) 2022. Kegiatan FSI 2022 bertujuan untuk mengembangkan ekosistem kreatif di Indonesia. Dalam acara ini diadakan berbagai kegiatan seperti konferensi, mentoring, serta pitching dengan mempertemukan stakeholder yang meliputi pemilik modal, pelaku ekonomi kreatif (startup), asosiasi, dan pengambil kebijakan.

Acara yang berlangsung dari tanggal 20-22 Juni 2022, dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Marves Sugeng Santoso dan lainnya.

“Saya meminta agar investor dapat berinvestasi pada startup potensial dalam acara FSI 2022 ini,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno yang juga turut memberikan mentoring bagi salah satu startup bernama Lean Lab.

Pada kesempatan yang lain, di hari terakhir acara FSI 2022, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo juga turut mengapresiasi adanya kegiatan FSI 2022 ini. Dalam paparannya, Wamen Angela menyampaikan sektor kuliner dan FSI merupakan program unggulan Kemenparekraf. Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, pemerintah tengah mendorong Program Indonesia Spice Up the World.

Dalam acara ini, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Marves Sugeng Santoso turut menjadi mentor. SAM Sugeng menjelaskan bahwa terdapat 3 (tiga) komponen penilaian, yaitu planet, people, dan profit. Dampak yang ditimbulkan misalnya seperti terjadi peningkatan nilai tambah pada rantai pasok dan terhadap lingkungan, kemudian terhadap pemberdayaan sosial atau peningkatan ekonomi masyarakat, dan yang mendukung terjadinya keuntungan untuk keberlangsungan usaha, pengembangan kapasitas dan inovasi.

Selain SAM Sugeng Santoso, hadir pula Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Sartin Hia. Asdep Sartin hadir secara virtual dalam diskusi terkait ‘Dukungan Akses Pembiayaan bagi Program Indonesia Spice up the World’.

Disampaikan oleh Asdep Sartin bahwa kuliner Indonesia harus terus mendapatkan perhatian baik dari pemerintah, untuk itu akses bagi para pelaku usaha, harus terbuka. Dari acara ini contohnya, para investor bisa melihat bukti kualitas dari kuliner Indonesia yang dikembangkan oleh berbagai startup yang hadir di FSI 2022.

Kegiatan FSI 2022, khususnya saat pelaksanaan Demo Day, berhasil memilih 69 merek atau sekitar 138 peserta. Adapun komposisi peserta terdiri dari 37 merek food manufacture, 15 merek food service, dan 17 merek gabungan dari keduanya.

Pada hari terakhir FSI 2022, terpilih tiga peserta terbaik yaitu Lean Lab Indonesia, Ottera, dan Baranusa by Katuju Indonesia. Ketiga startup ini menjadi contoh bentuk keberhasilan jika ada dukungan pemerintah kepada inovasi produk karya anak bangsa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.