(Beritadaerah – Banyuwangi) Pemkab Banyuwangi secara simultan terus berupaya menjaga kebersihan sungai. Berbagai program digalakkan untuk mengampanyekan jaga kebersihan sungai. Terbaru Banyuwangi menggelar Festival Oling River Food, di tepi sungai Dam Limo, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo.

“Kebersihan sungai harus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan, agar masyarakat turut serta untuk bergotong royong dan bersama-sama menjaga kebersihan sungai,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat membuka kegiatan tersebut, Selasa (14/6).

Dinas PU Pengairan Banyuwangi memiliki program dimana dam-dam sungai disulap menjadi sebuah ruang publik. Area dam dipercantik dan warga dilibatkan dalam pengelolaannya.

Seperti halnya di Dam Limo, kawasan stren kali tersebut dijadikan destinasi wisata. Di kawasan yang asri ini, sungai terlihat bersih terjaga kebersihannya, selain juga disediakan gubuk-gubuk untuk warga berjualan.

Sambil menikmati keindahan dan kebersihan sungai di kawasan Dam Limo, pengunjung diajak menikmati makanan khas setempat, yakni ikan sidat, atau unagi, atau yang biasa dikenal dengan oling oleh penduduk setempat dengan berbagai varian olahan. Dam Limo merupakan salah satu tempat ladangnya ikan untuk berkembang biak.

“Warga Dam Limo mengajak pengunjung untuk merasakan sensasi menikmati Unagi dengan citarasa khas Indonesia di sebuah areal dam di pinggir sungai yang bersih,” kata Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo.

Oling merupakan salah satu ikan yang kaya gizi dan juga disukai berbagai negara Taiwan, Jepang, dan Korea. Banyuwangi sendiri dikenal sebagai daerah pengekspor sidat skala besar ke berbagai negara terutama Jepang yang di sana sidat biasa dikenal dengan Unagi.

“Dengan dijadikan tempat wisata seperti ini, kami berharap agar masyarakat turut menjaga sungai. Dengan sungai yang bersih tempat ini bisa dikunjungi banyak orang,” kata Guntur.

Ipuk berharap Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas PU Pengairan, dan Dinas Lingkungan Hidup bisa bersinergi menjaga kebutuhan air dari hulu hingga hilir.

“Banyak efek turunan dari gerakan ini, selain menjaga kualitas air sungai, juga menjaga lingkungan irigasi, ekosistem sungai, sehingga membuat lingkungan kita menjadi lebih sehat dan nyaman,” kata Ipuk.

Selain itu dalam festival ini juga digelar lomba olahraga dayung. Terdapat kategori kano, perahu karet dan perahu sampan (perahu tradisional) yang dibagi kelas pelajar dan peserta umum. Lomba ini diikuti sekitar 75 peserta yang mendaftar, dan mayoritas adalah masyarakat sekitar.

“Keterlibatan banyak pihak sangat dibutuhkan dalam kampanye menjaga kebersihan sungai. Ini kian melengkapi gerakan masif yang telah dilakukan Banyuwangi dengan melibatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga sungai,” urai bupati perempuan itu.

Ipuk menambahkan selain melakukan berbagai program, Banyuwangi juga berkolaborasi dengan banyak pihak. Seperti Sungai Watch, NGO yang digawangi Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib, dikenal dengan aktivitasnya yang giat membersihkan sungai.

“Dengan Sungai Watch kami baru saja membersihkan sungai-sungai di Taman Nasional Alas Purwo. Semangat itulah yang ingin kami sebarluaskan pada masyarakat Banyuwangi,” harap Ipuk.

Untuk menjaga kebersihan sungai, Banyuwangi sebelumnya menggelar Festival Kali Bersih. Sebuah gerakan seluruh kecamatan bergerak bersama membersihkan sungai di daerahnya masing-masing. Program ini sebagai bagian dari upaya menuju pola hidup masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat, termasuk di dalamnya dengan mewujudkan sungai yang bersih

Selain itu, Banyuwangi juga telah meluncurkan program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu). Program ini memberikan edukasi pada sekolah-sekolah mulai SD hingga SMA, dan perguruan tinggi untuk menjaga kebersihan sungai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.