(Beritadaerah – Nasional) Sejumlah pembangunan infrastruktur jalan tol terus dilakukan percepatan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam kaitannya terhadap percepatan terhadap pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, berpesan agar semua dapat berkoordinasi secara intensif. Koordinasi antara Ditjen Bina Marga dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) harus senantiasa terjalin dengan optimal. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui siaran pers pada Senin (13/6).

Dengan begitu, pengawasan teknis kondisi pembangunan di lapangan dapat dilakukan secara maksimal ke depan. Sehingga, kualitas pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut dapat berkualitas.

“Pastikan pemadatan jalan dilaksanakan serapih mungkin sesuai spesifikasi dengan memperhatikan drainase serta autograding agar jalan tidak bergelombang,” kata Basuki.

Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun. Dari keenam seksi, Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km dan Seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km dikerjakan oleh Pemerintah. Seksi 1 sudah operasional 100 persen, sedangkan progres fisik Seksi 2 mencapai 90,88 persen.

Kemudian Seksi 3-6 dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT). Untuk Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka sepanjang 4,05 km konstruksinya telah rampung 100 persen. Kemudian pembangunan Seksi 4 Cimalaka – Legok sepanjang 8,20 km konstruksinya sudah 44,76 persen, dan seksi 5 Legok – Ujung Jaya sepanjang 14,9 km progres konstruksinya sebesar 47,28 persen. Sedangkan Seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan progres konstruksinya sudah 96,16 persen.

Menteri Basuki juga menambahkan bahwa perhitungan teknis penanganan longsoran yang menjadi kendala Seksi 2 harus ditentukan secara seksama dengan tetap mempertimbangkan second opinionBore pile juga diperbanyak agar target fungsional bisa selesai Agustus 2022.

Terakhir, Menteri Basuki juga berpesan agar menambahkan nilai estetika dan lingkungan dengan menanam pohon-pohon besar di sisi jalan tol agar masyarakat merasa nyaman dan senang saat berkendara melewati Jalan Tol Cisumdawu. Seperti penutup lereng agar didesain menggunakan pola yang berbeda sepanjang Tol Cisumdawu. Namun pada lereng tanah yang tidak memerlukan penutup dapat dilaksanakan penghijauan dengan lebih memerhatikan nilai artistik dan lingkungan misalnya dengan penanaman bunga.

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.