(Beritadaerah – Jakarta) Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi mengapresiasi Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, program ini bisa menarik minat masyarakat mengonsumsi ikan dan menjangkau masyarakat yang tinggal di desa-desa terpencil, bahkan yang jauh dari pusat kota.

“Semoga KKP makin banyak anggarannya dan (Gemarikan) menyebar ke seluruh daerah,” ujar Dedi saat mengikuti Safari Gemarikan di Cikarang, Bekasi, Jumat lalu (10/6/2022).

Kedepan, dia berharap juga safari Gemarikan semakin menjangkau daerah lain yang minim mengonsumsi ikan.

Saat mengikuti Safari Gemarikan beberapa waktu lalu, Dedi menilai konsumsi ikan warga (Cikarang) masih rendah. Dia pun mengingatkan tradisi makan ikan gabus pucung yang sudah ada di daerah tersebut selama bertahun-tahun.

“Warga (Cikarang) konsumsi ikannya masih rendah, (padahal) orang Bekasi punya tradisi makan ikan gabus pucung,” sambungnya.

Sementara Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti memastikan jajarannya terus mengajak masyarakat suka dan bangga mengonsumsi ikan-ikan air tawar. Selain mudah ditemui dan harganya terjangkau, ikan seperti lele, nila, patin, mas, gurame, dan bandeng, memiliki manfaat luar biasa jika diolah secara tepat.

“Lebih hemat dan bermanfaat lagi kalau diolah tanpa digoreng, seperti pepes dan sup,” terang Artati saat bersama Dedi melakukan safari Gemarikan di Cikarang, Bekasi.

Artati menyebut masyarakat di daerah industri, sangat perlu mengonsumsi ikan. Selain mengandung protein dan omega-3, ikan juga mengandung vitamin dan mineral yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

“Perbanyak makan ikan untuk menjaga daya tahan tubuh dan tetap kuat,” terang Artati usai menyerahkan paket Gemarikan di Cikarang.

Sebagai bagian dari penanganan stunting, KKP melalui Gemarikan mendapatkan amanah untuk melakukan kampanye konsumsi ikan. Hal ini sesuai dengan Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dalam safari Gemarikan di Cikarang, Jumat 10 Juni, KKP membagikan 3 ton ikan yang terbagi dalam 1.000 paket Gemarikan. Paket tersebut terdiri dari ikan mas hidup (1.000 kg), ikan nila hidup (1.000 kg) dan ikan bawal hidup (1000 kg).

Usai kegiatan, Inah, salah satu warga penerima paket mengaku semakin yakin menjadikan ikan sebagai menu utama keluarga. Dia pun sempat menanyakan mana yang lebih baik; pengolahan ikan yang dipepes atau digoreng.

“Saya makin senang ternyata pilihan saya untuk mengolah ikan dengan dipepes ternyata sudah benar. Selain menghemat minyak goreng, ternyata pepes lebih sehat,” tutur perempuan berusia 45 tahun ini.

Sebelumnya dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak anak-anak untuk rutin mengonsumsi ikan. Menurutnya, konsumsi ikan bisa meningkatkan kecerdasan sekaligus membantu mereka dalam mewujudkan cita-cita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.