Enak dan Renyahnya Rempeyek Indonesia

(Beritadaerah-Wisata Nusantara) Halo semua, liburan kali ini mau bahas 1 topik yaitu Rempeyek. Siapa nie yang tidak kenal dengan yang namanya Rempeyek / Peyek ?  Wahhh.. pasti semua sudah langsung terbayang betapa enak dan renyaknya Peyek itu. Nah hari ini kita mau bahas cemilan yang satu ini yang bisa juga disebut dari salah satu jenis  kelompok gorengan.

(Photo:Tiurlan/BD)

Dan ini bisa ditemukan di desa namanya Sentra Rempeyek Desa Pelemadu Kelurahan Sriharko Kecamatan imogiri – Bantul Yogya, di desa ini ada yang namanya Ibu Marmi beliau sudah berkecimpung membuat usaha Rempeyek ini dari tahun 2002 sampai sekarang sudah 20 tahun. Ibu ini cerita dari anaknya masih kecil- kecil sudah membuat usaha ini, untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga sampai akhirnya bisa menyekolahkan anaknya sampai kuliah dan sudah bekerja saat ini. Dan terlihat Ibu Marmi ini terus tekun dan senang mengerjakan usahanya.

(Photo:Tiurlan/BD)

Kalau kita ingin tahu, sebenarnya dari mana ya asal muasal Rempeyek / Peyek itu ? Nahh.. ternyata kalau di telusuri, Rempeyek ini banyak di temukan di daerah Pulau Jawa. Apalagi ini adalah salah satu menu jika ada warga yang sedang mengadakan acara/ hajatan/ pernikahan dan menu ini pasti akan ditemui. Dan biasanya sekarang- sekarang ini selain dapat ditemukan di desa- desa, juga ada di warung makan dipasar atau bahkan sekarang sudah sampai di pasar- pasar swalayan.

Karena mudah buatnya dan tidak perlu biaya yang besar, menu Peyek ini menjadi kesukaan banyak orang, apalagi untuk jadi cemilan sepertinya tidak cukup jika makan sedikit, dengan bentuknya yang kecil dan renyah, membuat siapapun yang memakannya ingin kuyah lagi dan kunyah lagi. Dan ini sudah seperti kerupuk karena garing dan sifatnya makanan tambahan atau disebut cemilan.

Yukkk, mari kita coba buat, apa saja bahan- bahannya :
– Tepung Tapioka
– Tepung Kanji
– Tepung Beras
– Telur
– Santan kelapa
– Bawang putih
– Kemiri
– Kencur
– Ketumbar
– Micin / Penyedap rasa
– Daun Jeruk
– Kacang merah/ Rebon (sesuai selera)

Dan semuanya ini asli dari bahan yang diolah sendiri, bahkan tepung berasnya dibuat dari beras asli yang di rendam dulu 1 malam lalu di tiriskan dan digiling menjadi tepung, dan 1 hari itu bisa buat sampai 40kg tepung beras, kebayang kan banyaknya ?

(Photo:Tiurlan/BD)

Saat dijumpai karena masih minggu liburan, sehingga hanya bertemu dengan seorang pemilik usaha yaitu Ibu Marmi dan 1 pekerjanya seorang ibu yang sedang menggoreng Rempeyek tersebut, itu saja kurang lebih bisa menghasilkan 500 bungkus yang siap di distribusikan pada hari itu. Dan biasanya memang sudah ada langganan tetap dan juga pengusaha lain yang akan mendistribusikannya lagi. Bahkan tidak hanya di Pasar lokal Yogyakarta saja, tetapi juga mendistribusikannya merambah ke kota- kota lain di Indonesia.

Berjalannya waktu harga juga menjadi berubah, saat ini  perbungkus yang Rempeyek Kacang 4000,- yang Rempeyek Teri 3000,- dan ini mungkin tidak dipatok jika anda mencarinya di tempat lain, semua relative.

Nahh, mudah kan bahan- bahannya, sepertinya bisa jadi menu tambahan kita nie disaat kita makan, selamat menikmati..

Tiurlan/VMN/Journalist BD
Editor: Endah Caratri