Kampung Budidaya Ikan Bandeng Desa Pangkahwetan Menjuarai Kontes Bandeng

(Beritadaerah – Jakarta) Bandeng kawak dengan berat 18,04 kg dan panjang 92 cm menjadi bandeng terbesar yang menjuarai kontes bandeng kawak di Alun-Alun Kota Gresik pada Kamis, (28/4). Berat bandeng tersebut terbilang cukup fantastis karena mampu menjadi yang terberat se-Indonesia.

Bandeng juara tersebut mampu mengungguli lawannya yang hanya 8,7 kg dengan panjang 78 cm pada juara 2 dan 8,01 kg dengan panjang 74 cm pada juara 3.

Ternyata ikan bandeng juara tersebut berasal dari kampung perikanan budidaya ikan bandeng Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, milik pelaku usaha budidaya bandeng di kampung bandeng Gresik, Syaifullah Mahdi.

Tidak hanya juara pada saat kontes saja, ikan bandeng konsumsi dari kampung perikanan budidaya Gresik juga mampu memasok pasar ikan bandeng di Kabupaten Gresik, khususnya pada saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Pasalnya, suasana Ramadhan dan Idul Fitri menjadi waktu yang paling dinanti pembudidaya ikan bandeng di Kabupaten Gresik. Karena di sana terdapat tradisi pasar bandeng, mengingat mayoritas masyarakat Gresik biasa menjadikan ikan bandeng sebagai menu sajian khas pada perayaan Idul Fitri.

Bagi masyarakat Gresik, tidak makan ikan bandeng saat Ramadhan dan Idul Fitri bagaikan “makan sayur tanpa garam”, sehingga tidak heran masyarakat Gresik banyak yang membeli ikan bandeng untuk sajian Ramadhan dan Idul Fitri mereka.

Seperti diketahui, ada tiga moment the best price penjualan ikan bandeng di Kabupaten Gresik salah satunya Ramadhan dan jelang Idul Fitri, termasuk Idul Fitri tahun ini. Tidak main-main, pada perayaan Ramadhan 1443 H/2022 saja harga bandeng bisa tembus di angka Rp30 ribu per kg, dari harga sebelumnya yang hanya Rp25 ribu per kg.

Syaifullah Mahdi, mengatakan dirinya juga telah memanen ikan bandeng hasil budidayanya sebanyak 20 ton. Dia mengatakan permintaan ikan bandeng pada Idul Fitri 1443 H/2022 juga cukup tinggi, sehingga harganya pun merangkak naik.

“Harganya tinggi, sekarang bisa sampai Rp30 ribu per kg dengan ukuran sekitar 300 gram/ekor. Harganya naik, karena permintaannya tinggi. Apalagi sekarang banyak warga yang mudik, jadi sebelum ke rumah orang tua mereka di Gresik, pemudik belanja ikan bandeng dulu untuk sajian saat Idul Fitri,” tukas Syaifullah Mahdi.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, tradisi tahunan setiap akhir Ramadhan di Kampung Bandeng Gresik dengan mengadakan lomba ikan bandeng kawak itu sangat positif. Acara yang digelar setahun sekali tersebut juga dirasa sangat produktif guna melestarikan budaya budidaya ikan, khususnya budidaya ikan bandeng di Kabupaten Gresik.

“Tradisi positif ini bisa dikembangkan atau ditularkan ke kampung-kampung perikanan budidaya lainnya. Sehingga nanti akan ada lele kawak, nila kawak, patin kawak, mas kawak, dan sebagainya,” tukas Tebe panggilan akrab Tb Haeru Rahayu.

Dia juga mengatakan penempatan Kabupaten Gresik sebagai kampung perikanan budidaya karena pasarnya yang sudah terjamin, khususnya pada saat perayaan Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, ikan bandeng merupakan komoditas perikanan budidaya dengan hasil produksi terbesar yang dihasilkan oleh Kabupaten Gresik.

Menurut data sementara, pada tahun 2020 Kabupaten Gresik berhasil memproduksi ikan bandeng sebanyak 87 ribu ton dengan total nilai poduksi sebesar Rp1,4 triliun. Pada tahun 2021, produksi ikan bandeng meningkat hingga 90 ribu ton dengan total nilai produksi mencapai Rp1,43 triliun.

Tebe juga menilai bahwa dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberlangsungan dan kesuksesan program kampung budidaya ini. “Untuk memasarkan produk ikan bandeng, pembudidaya juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan keahlian dari sisi hilir seperti pengolahan, pemasaran hasil produksi dan pemanfaatan teknologi dalam mempromosikan hasil produksi yang akan difasilitasi oleh KKP dan Pemda melalui bimbingan teknis budidaya dan pelatihan, maupun akses ke lembaga pembiayaan dengan suku bunga yang rendah,” kata Tebe.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono juga memastikan akan terus memberikan dukungan penuh kepada kampung perikanan budidaya ikan bandeng di Kabupaten Gresik, baik pendampingan maupun teknologi budidaya sehingga hasil panen bandeng bisa terus meningkat.

“Kampung budidaya ini menjadi salah satu contoh kampung budidaya yang harapannya dapat menyejahterakan masyarakat. Kita harus perkuat komoditas andalan di sini yaitu ikan bandeng. Targetnya kuantitas area yang sudah ada tidak boleh berkurang dan harus terus bertambah,“ tegas Menteri Trenggono.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus