Suasana keindahan alam Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat (Foto: Agus Tahrin/ Beritadaerah)

Program Listrik Perdesaan Papua Barat

(Beritadaerah-Papua) Listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat tak terkecuali masyarakat terpencil di pedesaan. Sesuai dengan program Pemerintah yakniRasio Desa Berlistrik (RDB) 100% pada tahun 2021 dan Rasio Elektrifikasi (RE) 100% pada tahun 2022, maka diperlukan pembangunan infrastruktur kelistrikan baik berupa perluasan jaringan distribusi serta pembangunan pembangkit listrik isolated pada daerah-daerah yang masih belum berlistrik. Untuk peningkatan RE dan RDB, PT PLN (Persero) juga didukung oleh Kementerian ESDM melalui program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Program LTSHE memiliki masa garansi selama 3 (tiga) tahun, diharapkan PT PLN telah dapat melistriki lokasi- lokasi desa LTSHE yang akan habis masa garansinya.

Oleh karena itu PT PLN mempunyai beberapa program pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk meningkatkan RE dan RDB serta menggantikan Program LTSHE yang telah habis garansinya. Saat ini sesuai data TW IV 2020, RE Provinsi Papua Barat sudah mencapai 99,99%. Sementara itu pencapaian RDB per TW IV 2020 sudah mencapai 96,08% dari 1.837 desa di Provinsi Papua Barat yang meliputi 812 desa berlistrik PLN, 756 desa berlistrik non PLN dan 197 desa berlistrik LTSHE. Pencapaian rasio desa berlistrik tersebut diperoleh melalui program listrik pedesaan oleh PLN, yang juga didukung dengan program LTSHE oleh Kementerian ESDM, selain itu ditambah dengan program listrik Non PLN baik melalui swadaya masyarakat maupun oleh Pemerintah Daerah setempat.