Gelar “Street Food Festival” di Bulan Ramadan, Pemkab Banyuwangi : Momentum Geliatkan Perekonomian

(Beritadaerah – Banyuwangi) Selama bulan Ramadhan, pasar takjil marak digelar di Kabupaten Banyuwangi. Dikemas dalam balutan “Street Food Festival”, pasar takjil kali ini tak hanya ditemukan di pusat kota, tapi juga tersebar di berbagai kecamatan.

Warga Banyuwangi menyambut Ramadan ini dengan semarak. Pasar-pasar takjil bermunculan hampir di setiap desa di Banyuwangi. Beraneka kuliner dijajakan di sana, mulai makanan khas Banyuwangi, seperti kopyor roti dan pisang precet, juga makanan-makanan kekinian disajikan di sana.

“Ini momentum untuk menggeliatkan perekonomian, khususnya di sektor kuliner. Mudah-mudahan pasar takjil Ramadan ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka salah satu sentra jajanan takjil di Street Food Festival, jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Banyuwangi, Minggu (3/4).

Ada 90 pelaku UMKM yang membuka stan di ruas jalan yang berlokasi di utara kantor DPRD Banyuwangi tersebut. Mereka menjual aneka makanan serta minuman yang biasa disediakan untuk takjil. Mulai makanan ringan seperti patola, kue bagiak, kolak, hingga aneka makanan berat.

Di pasar takjil ini jarak pedagang ditata sehingga tidak sampai berdesakan. Para pengunjung berjalan kaki sehingga lebih tertib. Para penjual makanan juga menyediakan fasilitas pembayaran cashless untuk memudahkan pengunjung. “Meski covid sudah melandai, pastikan pedagang maupun pengunjung di semua pasar takjil tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk menyempatkan menyapa secara virtual dengan para pedagang pasar takjil di lokasi lain. Salah satunya menyapa penjaja makanan di Pasar Wit-witan, Kecamatan Singojuruh. Pasar yang biasanya dibuka tiap Ahad pagi ini, khusus selama Ramadan dibuka tiap sore hari.

Di kawasan kota sendiri, juga bermunculan pasar takjil Ramadan. Tak kurang ada sepiuluh lokasi sentra jajanan di kawasan perkotaan. “Menyenangkan karena pusat jajanan tumbuh banyak. Jadi kita bisa banyak pilihan, dan tidak harus berdesakan,” kata Desi Fahma, salah satu pengunjung.

Ipuk kembali berpesan agar para camat, kepala desa, dan lurah memastikan pelaksanaan pasar takjil di wilayahnya berjalan tertib. “Atur dengan baik. Jangan sampai ada kerumunan. Juga jangan sampai ada penutupan jalan. Karena di sekitar pasar Ramadan juga ada toko dan tempat usaha lain yang juga dimanfaatkan warga untuk mencari rezeki,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menekankan kepada seluruh pedagang yang berjualan di pasar takjil agar selalu menjaga kualitas dan higienitas produknya. “Kualitas bahan, proses pengolahan, hingga penyajian harus diperhatikan. Pastikan kuliner yang dijual sehat dan aman. Insha Allah akan lebih laris,” papar Ipuk.

Untuk memastikan hal tersebut, Laboratorium Kesehatan Daerah (labkesda) juga turun memeriksa keamanan pangan di berbagai lokasi pasar takjil Ramadan.

“Mobil labkesda rutin turun ke pasar takjil untuk memastikan makanan yang dijual di sana aman dikonsumsi. Jangan sampai ada makanan yang menggunakan bahan kimia berbahaya, misalnya pewarna yang bukan pewarna makanan, dan lain sebagainya,” ujar Ipuk.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus