(Beritadaerah – Garut) Saat panen perdana perbenihan kentang yang dilaksanakan di Desa Sukawargi, Kecamatan, Cisurupan, Kabupaten Garut, Kamis (17/3), Bupati Garut, Rudy Gunawan menyampaikan bahwa menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri kebutuhan bahan pokok dan hortikultura masih terpenuhi. Memang menjelang hari tersebut, biasanya bahan pokok menjadi salah satu hal yang banyak dicari oleh para ibu rumah tangga. Tak terkecuali beragam jenis dari komoditas hortikultura. Saat ini Pemerintah Kabupaten Garut masih mempunyai cadangan komoditas hortikultura yang akan dipanen pada bulan April atau awal Mei.

“Juga kita masih mempunyai cadangan-cadangan yang akan dipanen pada bulan April (atau) awal Mei ya, di masa-masa masyarakat membutuhkan misalnya untuk lebaran itu kentang, cabe itu lebih dominan dibutuhkan, stok ada dan harga murah,” kata Bupati Garut yang dikutip laman Jabarprov, Jumat (18/3).

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Garut, Beny Yoga Santika juga mengatakan hal yang sama bahwa untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran, khususnya kebutuhan sayuran akan tercukupi,  bahkan beberapa komoditas hortikultura mengalami surplus. Selain itu Kabupaten Garut juga memasok kebutuhan untuk Jawa Barat dan nasional.

Ditambahkan oleh Beny, surplus ini karena ada beberapa komoditas yang akan dilakukan panen raya di minggu ketiga bulan Maret, salah satunya yaitu cabe. Jika kemarin cabe mengalami peningkatan harga, harga sekarang di petani masih 35-50 ribu, di pasaran sekitar 70-80 ribu, tapi sekarang sudah mulai melandai, karena mungkin di minggu ketiga ini petani di Kabupaten Garut sudah mulai panen raya.

Sebelumnya juga Kepala Bulog Divre 3 Jawa Barat Faisal menyebutkan stok kebutuhan pokok jelang Ramadhan dan Idul Fitri terbilang aman, mulai dari beras hingga kebutuhan pokok lain sudah berada di gudang bulog kabupaten kota se-Jabar. Saat ini stok beras mencapai 105 ribu ton yang tersebar di 145 unit gudang bulog.

Ditambahkan oleh Faisal, stok beras Bulog itu didapat dari penyerapan petani, dan harganya saat ini relatif stabil. Sekarang kita sudah menyerap dari petani sekitar 200 ton beras. Tapi itu belum seluruhnya, karena panennya masih spot-spot. Diperkirakan puncak penyerapan terjadi di akhir Maret hingga Juni. Sedangkan untuk minyak goreng, stok di gudang bulog saat ini mencapai 275.000 liter dan sudah didistribusikan ke kabupaten kota sesuai permintaan dari Dinas Perdagangan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts