Tingkatkan Produksi, Pemkab Rembang Gelar Workshop Bagi Petani Kopi

(Beritadaerah – Rembang) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mendorong para petani kopi Jawa Tengah untuk meningkatkan produksi kopi di era minum kopi menjadi suatu tren. Provinsi Jateng memiliki sentra penghasil kopi seperti Jepara, Pati, Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Semarang, Kendal, dan lainnya. Umumnya kopi yang dikembangkan petani di Jateng adalah jenis kopi robusta dan arabika.

Kopi Lelet yang terkenal dan berasal dari Kabupaten Rembang memiliki cita rasa dan aroma khas. Kopi Lelet saat ini perlu dilakukan pengembangan dan pemasaran. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Rembang menggandeng berbagai pihak, agar terus berupaya meningkatkan produksi, dengan mengajak masyarakat membudidayakan kopi.

Saat acara Workshop Membangun Korporasi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kopi, di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Kamis (17/3), Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro sampaikan produksi kopi di Rembang masih terbilang kecil, sehingga perlu mendorong masyarakat untuk mau menanam biji kopi.

“Gairah petani untuk menanam biji kopi masih kurang, karena belum menemukan sistem yang pas. Kalau sudah panen kita jualnya ke mana dan sebagainya,” kata Wabup Rembang.

Disampaikan juga oleh Wabup Hanies salah satu untuk upaya mengatasi hal tersebut, diperlukan intervensi dari pemerintah, terutama persoalan lahan. Pasalnya, lahan yang ditanami biji kopi saat ini sebagian besar lahan milik Perhutani.

Wabup Rembang juga menambahkan mungkin nanti kita kerja sama dengan TNI, Perhutani juga. Kemudian, nanti kita cari varietas yang paling cocok ditanam di Rembang, suhu dan kontur tanahnya seperti di Rembang.

Sementara itu Dandim 0720/Rembang Letkol Kav Donan Wahyu Sejati yang hadir dalam workshop mengungkapkan, pihaknya ingin membangun sistem korporasi di Rembang. Sebab, banyak warga Rembang yang menyukai minuman kopi. Namun, tidak diimbangi dengan komoditas tanaman kopi sebagai penyokongnya.

Terkait keterlibatan babinsa dalam upaya pengembangan tanaman kopi, Dandim menjelaskan, jika nantinya babinsa diharapkan dapat membantu penyuluh Dintanpan dalam upaya membangun korporasi kopi di Rembang.

Tahun 2019, perkebunan kopi di wilayah Jateng memiliki luas 32.397,47 hektar dengan hasil produksi kopi sebanyak 1.861,87 ton arabika dan 20.538,07 ton robusta. Dari hasil panen tersebut, sekitar 70 persennya merupakan produksi dari perkebunan rakyat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu