Kadis KUKM Provinsi Babel Lepas Ekspor Kerajinan Lidi Nipah ke Singapura

(Beritadaerah – Pangkalpinang) Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melepas ekspor produk kerajinan lidi nipah ke Singapura. Pelepasan ini dilakukan di Gedung UPTD Balatkop UMKM dan dihadiri Kepala BI Perwakilan Babel, Perwakilan Bea Cukai Pangkalpinang, Direktur CV. Cahaya Ekspor Babel, pejabat eselon Dinas KUKM Babel serta para pelaku UMKM lidi nipah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Babel, Yulizar Adnan mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong ekspor produk kerajinan dan produk UMKM lainnya. Ekspor harus dilakukan secara kontinu dan bukan hanya eskpor bahan baku saja, namun harus produk jadi yang memiliki nilai jual.

“Ekspor produk kerajinan lidi nipah merupakan langkah awal yang baik dan akan terus dilakukan secara kontinu. Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa produk kerajinan lidi nipah memiliki kualitas, mampu bersaing serta mampu bertahan di tengah pandemi,” katanya saat pelepasan ekspor produk kerajinan lidi nipah, Selasa (15/03).

Kadis KUKM Babel menyatakan bahwa keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari dukungan BI Babel dan Bea Cukai Pangkalpinang serta kolaborasi semua pihak dalam memberdayakan dan mendukung UMKM Babel untuk tumbuh.

“Terima kasih atas bantuan BI Babel, Bea Cukai yang terus mendukung UMKM Babel sehingga bisa ekspor dan naik kelas,” katanya.

Lebih jauh Kadis KUKM Babel menuturkan, Babel memilki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. SDA ini harus dimanfaatkan dengan baik dan diperlukan inovasi agar menjadi produk yang berdaya guna.

“Potensi SDA harus dimanfaatkan dengan maksimal. Pengelolaan SDA seperti lidi nipah memerlukan kreativitas dan inovasi UMKM agar menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih,” tuturnya.

Ekspor produk kerajinan home decor yang dibuat oleh para pelaku UMKM binaan Dinas KUKM Babel merupakan suatu keberhasilan bersama. Namun, keberhasilan ini tidak boleh membuat UMKM berpuas diri. Ekspor ini menjadi pelecut semangat agar lebih baik lagi.

“UMKM Babel tidak boleh mudah puas, harus terus semangat, terus berinovasi untuk memproduksi produk kerajinan yang berkualitas agar bisa merambah pasar ke negara-negara lain,” ujarnya.

Kadis KUKM menambahkan bahwa tantangan ke depan bagi UMKM yakni, kualitas produknya yang harus terus ditingkatkan. Misalnya, ukuran lidi nipah yang harus ada standarnya. Untuk itu diperlukan suatu alat agar lidi nipah ini memiliki ukuran yang sama.

“Ke depan kita dorong agar UMKM Babel memiliki alat serut lidi nipah yang memiliki standar dan tingkat kurasi yang baik. Kita akan berkolaborasi dengan pihak lain untuk membuat alat serut ini sehingga produk kerajinan lidi nipah memenuhi kurasi internasional,” pungkasnya.

Kepala BI Perwakilan Bangka Belitung, Budi Widihartanto, mengatakan ekspor produk kerajinan lidi nipah ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara BI Babel, Dinas KUKM Babel, Bea cukai dan berbagai pihak lain.

“Sinergi seperti ini sangat penting sehingga bisa menumbuhkan dan mendorong ekspor produk UMKM. Kami akan selalu mendukung UMKM agar mereka terus bisa meningkatkan kualitas produk sesuai dengan tren pasar dunia,” katanya.

Kepala BI Perwakilan Babel menambahkan, pelaku UMKM harus terus belajar, meningkatkan skill dan mengetahui kebutuhan pasar dunia. Selain itu yang tak kalah pentingya yakni kontinuitas produksi dan kuantitasnya.

“Pelaku harus bisa memenuhi kuantitasnya. Untuk itu, pelaku UMKM harus bisa bersinergi dan saling menenuhi, dan semua pengrajin di Babel harus memiliki standar yang sama,” tambahnya.

Sementara, CV. Cahaya Ekspor Babel, Suminaisih mengatakan bahwa Babel memiliki potensi produk untuk diekspor. Salah satunya kerajinan lidi nipah. Produk kerajinan lidi nipah memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka.

“Pasar ekspor produk kerajinan lidi nipah semakin terbuka. Ini jadi peluang bagi UMKM Babel dan harus dimanfaatkan,” katanya.

Dia menambahkan, produk kerajinan lidi nipah seperti keranjang serbaguna, bingkai cermin, lampu hias, kotak tempat hadiah, tempat botol minuman, taplak meja, placement, menjadi produk home decor yang cukup diminati. Produk ini diproduksi oleh 30 pelaku UMKM yang berasal dari Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah.

“Kerajinan lidi nipah yang diekspor ini hasil produksi 30 pelaku UMKM binaan Dinas KUKM Babel. Produk kerajinan lidi nipah ini dipasarkan dengan merek Babel Home Decor dan diharapkan akan dapat diminati di pasar luar negeri tidak hanya Singapura,” ujarnya.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus