KKP Bantu Peningkatkan Produktivitas Perikanan di Morotai, Maluku Utara

(Beritadaerah – Morotai) Dalam kunjungan kerjanya di Morotai, Maluku Utara, Selasa (8/3), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan keberadaan Sentra Kelautan dan Perikanan (SKPT) Morotai akan dioptimalkan sepenuhnya untuk mendongkrak produktivitas masyarakat nelayan. SKPT Morotai sendiri dibangun secara bertahap sejak 2015, belum beroperasi secara optimal. Salah satu penyebab fasilitas di dalamnya belum lengkap, di antaranya cold storage.

Berdasarkan data, produktivitas perikanan Pulau Morotai masih tergolong rendah. Dari potensi sumber daya ikan sebesar 68,5 ribu ton per tahun, hasil produksinya baru di angka 6.272 ton per tahun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan segera mengisi sejumlah fasilitas pendukung operasional SKPT, dan akan rutin melakukan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sana.

“Bangun itu buat rakyat, buat nelayan, yang diperluin nelayan apa. Tolong dikoreksi dan replan lagi yang bener untuk kepentingan masyarakat nelayan,” tegas Menteri Trenggono yang dikutip laman KKP, Selasa (8/3).

Menurut Menteri Trenggono, peran SKPT harus dioptimalkan untuk mendongkrak produktivitas ribuan nelayan Morotai yang sebagian besar merupakan nelayan tradisional. Apalagi Pulau Morotai yang terletak di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 715, 716 dan 717, memiliki potensi tangkapan sangat besar utamanya ikan tuna. Keberadaan fasilitas perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, harusnya dapat memacu peningkatan produksi.

Menteri Trenggono mendorong agar SKPT dapat terus meningkatkan tangkapan ikan di Morotai agar kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. KKP akan melengkapi fasilitas pendukung untuk optimalisasi SKPT Morotai di antaranya cold storage terintegrasi, kantor pelabuhan, pabrik es, kios nelayan, fasilitas tambat labuh hingga pengolahan sampah terpadu. SKPT Morotai selanjutnya dikelola oleh Ditjen Perikanan Tangkap KKP.

Selain fasilitas kegiatan perikanan, KKP juga akan rutin melakukan pengembangan kualitas sumber daya manusia baik melalui pelatihan maupun penyuluhan. KKP memiliki gedung Morotai Integrated Aquarium and Research Institute (Miamari) yang rencananya menjadi pusat pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan di pulau berjuluk Mutiara di Bibir Pasifik tersebut.

Selain mengunjungi SKPT Morotai, Menteri Trenggono melihat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jababeka Morotai dan sempat berdialog dengan masyarakat peserta pelatihan diversifikasi produk hasil perikanan dan pelatihan pengolahan tuna yang digelar oleh BRSDM KKP.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu