Program Listrik Perdesaan Kalimantan Barat

(Beritadaerah-Kalimantan) Saat ini rasio elektrifikasi untuk Provinsi Kalimantan Barat TW IV tahun 2020 sebesar 98,74%, sedangkan rasio desa berlistrik TW IV tahun 2020 sudah mencapai 100% dengan total 2.130 desa dengan rincian 1.596 desa berlistrik PLN, 489 desa non PLN dan 45 desa LTSHE. Desa-desa tersebut nantinya akan diambil alih secara bertahap oleh PLN. Namun masih terdapat satu kabupaten yang memiliki rasio elektrifikasi dibawah 96% yaitu Kab. Sekadau (95,12%). Program Listrik Perdesaan Kalimantan Barat adalah program PLN untuk mempercepat rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2022 serta melistriki daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Provinsi Kalimantan Barat. Program ini juga diindikasikan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan di daerah- daerah terpencil yang mempunyai banyak hambatan untuk transportasi BBM. Untuk mempercepat program listrik perdesaan ini, PLN sedang mengembangkan metode-metode lainnya yang dapat digunakan.

Metode program listrik perdesaan yang dilakukan saat ini adalah dengan pembangunan PLTS Komunal di desa yang belum terjangkau jaringan, pemanfaatan potensi air untuk pembangunan PLT Mikro Hidro atau PLT Piko Hidro, lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE), Alat Penyimpan Daya Listrik (APDAL) dan pembangunan jaringan dan pembangkit ke desa-desa yang masih terisolir. Program LTSHE yang dilakukan bekerjasama dengan pemerintah merupakan langkah awal sebelum jaringan listrik atau pembangkit PLN masuk ke desa-desa. Tahun 2017-2019, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM memberi bantuan LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi) kepada 7.072 Rumah Tangga di Provinsi Kalimantan Barat. Rencananya Pelanggan Rumah Tangga tersebut akan di ambil alih bertahap menjadi pelanggan PLN di tahun 2021-2023.