(Photo: Kemen BUMN)

Program Listrik Perdesaan Maluku

(Beritadaerah-Maluku) Rasio elektrifikasi Provinsi Maluku pada TW IV tahun 2020 untuk Provinsi Maluku adalah sebesar 91,94%, namun masih terdapat 4 (empat) kabupaten yang rasio elektrifikasinya masih relatif rendah yaitu Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru. Rasio Desa Berlistrik sampai TW IV Tahun 2020 sudah mencapai 100% dengan jumlah desa 1.233 dengan rincian 898 berlistrik PLN, 256 berlistrik non PLN dan 79 LTSHE.

Untuk mencapai target 100% pada tahun 2022 diperlukan upaya percepatan melalui program listrik pedesaan baik reguler maupun melalui program lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) dari kementerian ESDM. Program LTSHE merupakan program Pemerintah yang dilaksanakan sebagai langkah awal sebelum jaringan listrik atau pembangkit PLN masuk ke desa-desa tersebut. Program LTSHE merupakan program pra elektrifikasi yang dilaksanakan sebelum PLN melistriki suatu daerah, baik dengan pengembangan pembangkit baru, perluasan jaringan maupun dengan metode lainnya. PLN berkewajiban mengganti LTSHE setelah paling lambat 3 tahun LTSHE tersebut terpasang. Desa-desa yang telah dilistriki dengan LTSHE setelah habis masa umur pakainya akan ditindaklanjuti dengan Program Listrik Perdesaan untuk keberlanjutan pasokan listriknya. Setelah seluruh rumah tangga dapat terlistriki, PLN akan melakukan upaya pengambilalihan pelanggan non-PLN.

Program listrik perdesaan ini tidak hanya berusaha menambah jumlah pelanggan yang dilistriki PLN, namun juga meningkatkan layanan PLN dengan meningkatkan jam nyala pelanggan dengan memanfaatkan potensi pembangkit EBT antara lain dengan membangun PLTS untuk beroperasi di siang hari. Program ini juga bertujuan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan di daerah-daerah terpencil yang mempunyai banyak hambatan untuk transportasi BBM. Untuk mempercepat program listrik perdesaan ini, PLN sedang mengembangkan metode-metode yang dapat digunakan untuk melistriki desa. PLN merencanakan pembangunan PLTS Hybrid secara bertahap pada tahun 2021 sampai 2023 dengan pola operasi PLTD beroperasi malam hari dan PLTS beroperasi di siang hari.

Jumlah desa yang saat ini sudah selesai dan tahap kontruksi pembangunan jaringan distribusi sebanyak 262 desa dan rencana program tahun anggaran 2020 sebanyak 36 desa yang ditargetkan beroperasi/nyala pada tahun 2020. Sedangkan sisa 74 desa eks program LTSHE 2017 dan 2019 akan dilistriki pada tahun 2021 s.d 2023.