Upah Buruh

Perkembangan NTP, IKRTdan NTUP Januari 2022

(Beritadaerah-Nasional) Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2022 tercatat 108,67 atau naik sebesar 0,30 persen dibanding NTP Desember 2021 yaitu sebesar 108,34. Kenaikan NTP bulan ini disebabkan naiknya NTP di tiga subsektor penyusun NTP yaitu Tanaman Pangan (0,98 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,27 persen), dan Peternakan (0,43 persen). Sementara itu, terjadi penurunan pada subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 2,95 persen dan subsektor Perikanan relatif stabil.

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Januari 2022 sebesar 109,67 atau naik sebesar 0,50 persen. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 109,62 atau naik 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan ini terjadi kenaikan IKRT di 29 provinsi, 4 provinsi mengalami penurunan IKRT, dan 1 provinsi relatif stabil. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 1,36 persen dan kenaikan IKRT terendah terjadi di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,06 persen. Penurunan IKRT tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 0,45 persen dan penurunan IKRT terendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,17 persen.

Sementara itu, IKRT Provinsi Kalimatan Utara relatif stabil. Pada Januari 2022 terjadi kenaikan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 0,12 persen. Hal ini terjadi karena kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,81 persen lebih besar dari kenaikan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,68 persen. Tiga subsektor penyusun NTUP mengalami kenaikan, yaitu Tanaman Pangan (0,67 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,16 persen), dan Peternakan (0,52 persen). Sementara itu, terjadi penurunan pada subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 2,99 persen dan subsektor Perikanan relatif stabil. Kenaikan NTUP tertinggi terjadi di Provinsi Banten sebesar 1,88 persen sedangkan penurunan NTUP tertinggi terjadi di Provinsi Riau sebesar 2,02 persen.