Perayaan Sumpah Pemuda ke-93 di SMP NEGERI 1 Wanggar, Nabire, Papua (Foto: Neirsi Sumule, Nabire/ Kontributor)

Penduduk Papua Sebanyak 78,82 persen Memiliki Kemampuan Membaca dan Menulis

(Beritadaerah-Papua) Monitoring terhadap hasil-hasil pembangunan mutlak diperlukan untuk melihat sejauh mana pembangunan yang telah dilaksanakan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, sehingga program program pembangunan berikutnya dapat lebih optimal. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diselenggarakan oleh BPS merupakan salah satu sumber informasi untuk mendapatkan gambaran mengenai kodisi sosial ekonomi masyarakat. Informasi mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat yang telah dikumpulkan melalui Susenas, digunakan sebagai dasar untuk memperoleh berbagai indikator pencapaian kesejahteraan rakyat.

Khususnya untuk Papua, angka beban ketergantungan Papua adalah 43,35 dimana perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja). Setiap 100 penduduk Papua usia angkatan kerja menanggung 43 penduduk bukan angkatan kerja.

Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan. Di Papua terdapat 110 laki-laki diantara 100 penduduk perempuan, nilai rasio jenis kelamin Papua 110,77.

Persentase penduduk Papua usia 15 tahun ke atas yang memiliki kemampuan membaca dan menulis huruf latin/alfabet, adalah sebanyak 78,82 persen dan 21,18 persen tidak memiliki kemampuan. Penduduk kabupaten Puncak memiliki kemampuan membaca menulis terkecil yaitu 41,54 persen dan penduduk dengan kemampuan tertinggi adalah penduduk Kota Jayapura hingga 99,25 persen.