Sumber:Pemprov

Inflasi, Pariwisata, Nilai Tukar Petani (NTP) Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Sulawesi Selatan

(Beritadaerah-Sulawesi Selatan) Inflasi pada Desember 2021, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,92 pada November 2021 menjadi 107,91 pada Desember 2021. Dengan demikian gabungan 5 kota di Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 0,92 persen. Pada Desember 2021 dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 1,14 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,65 persen.

Pariwisata pada bulan November 2021, tercatat masih tidak ada kunjungan dari wisman yang datang melalui pintu masuk Makassar (Bandara Hasanuddin).Tidak adanya kunjungan wisman ke Sulawesi Selatan di sebabkan kebijakan pembatasan perjalanan ke berbagai Negara dan daerah di Indonesia sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK/ occupancy rate) pada hotel klasifikasi bintang di Sulawesi Selatan pada bulan November 2021 mencapai 47,99 persen atau turun 1,14 poin dibandingkan dengan kondisi pada bulan Oktober 2021 yang mencapai 49,13 persen. Sedang jika dibandingkan dengan kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya (TPK November 2020 : 34,27 persen), malah mengalami kenaikan sebesar 5,43 poin.

Daya beli petani Sulawesi Selatan yang direpresentasikan melalui Nilai Tukar Petani (NTP) naik di bulan Desember 2021 menjadi 100,37 atau naik sekitar 0,50 persen dibandingkan dengan kondisi bulan November 2021 sebesar 99,87. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Sulawesi di bulan Desember 2021 mengalami kenaikan di tiga subsektor, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan paling besar yaitu sebesar 1,89 persen, disusul oleh Subsektor Perikanan yang mengalami kenaikan 1,61 persen, dan Subsektor Tanaman Pangan yang mengalami kenaikan paling kecil yaitu 0,58 persen. Sementara Subsektor yang mengalami penurunan adalah Subsektor Petenakan yang turun sebesar 0,76 persen dan Subsektor Hortikultura yang turun sebesar 0,13 persen.