(Beritadaerah-Nasional) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama tahun 2021 ekspor mutiara laut meningkat secara signifikan. Tercatat di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram telah mencapai Rp82,35 miliar.

Kepala BKIPM Mataram, Obing HÁ mengatakan peningkatan hampir mencapai 100%. Tahun 2020 ekspor mutiara hanya Rp8,79 miliar.

Dijelaskan oleh Obing negara negara tujuan ekspor antara lain Australia dengan nilai sebesar Rp78,63 miliar, kemudian Tiongkok Rp745,23 juta. Negara lainnya yang menjadi tujuan utama ekspor mutiara laut yakni Hongkong senilai Rp2,66 miliar, India Rp279 juta, Amerika Serikat Rp76,40 juta dan Taiwan Rp2 juta.

Dengan otimis beliau mengatakan bahwa ekspor mutiara laut akan semakin meningkat tahun ini dengan tingginya permintaan pasar global. Hal ini berdasarkan dengan tujuan negara ekspor relatif membaik ekonominya, dan di awal tahun ini juga sudah semakin banyak pengiriman ekspor mutiara laut

Dipastikan Obing  timnya akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha juga pembudidaya mutiara laut. Sebagai bentuk komitmen penjagaan mutu/kualitas mutiara laut dari NTB.

Sebelum diekspor akan di cek keasliannya dan akan terus dipantau kegiatan budidayanya. Hal ini untuk menghindari adanya penyakit dikerangnya

Dijelaskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono UPT  sebagai bentuk kehadiran negara. Karenanya diminta supaya jajarannya dapat memberikan dampak yang baik kepada masyarakat khususnya pada bidang kelautan dan perikanan.

Diingatkan juga setelah tahun 2021 KKP mengusung tagline rebound. Waktu dimana pada tahun ini dapat mengakselerasi program.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.