(Beritadaerah – Temanggung) Hasil panen ubinan berupa bawang merah dari Program lumbung pangan atau food estate yang dilakukan petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah telah menunjukkan hasil positif. Pada hari Kamis (20/1), para petani di di lereng Gunung Sindoro, Desa Bansari, Kecamatan Bansari, melakukan panen bawang merah varietas batu hijau program food estate dengan hasil mencapai 15,7 ton per hektare, meningkat sekitar 3,2 ton per hektare.

Lahan food estate di Kabupaten Temanggung tersebar di lima kecamatan, yakni Bansari, Bulu, Parakan, Kledung, dan Ngadirejo. Kegiatan tersebut melibatkan 32 kelompok tani, terdiri atas 1.120 petani.

Saat meninjau panen yang dilakukan petani di area bawang food estate, kawasan Embung Bansari tersebut, Sekretaris Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Retno Sri Hartati menyampaikan program food estate (lumbung pangan) mampu menghasilkan bawang merah sebanyak 15,7 ton per hektare.

“Produktivitas sebelumnya hanya 12,5 ton per hektare, tetapi berdasarkan ubinan di lahan food estate, hasil panen hari ini mencapai 15,7 ton per hektare,” kata Retno yang dikutip laman Jatengprov, Jumat (21/1).

Retno juga menambahkan bahwa hasil panen petani itu langsung diambil off taker atau pembeli CV Sudah Ada dan PT Semangat Bersama Enterpreneurship (SBE). Bahkan CV Sudah Ada telah memberikan uang muka kepada kelompok tani sebesar Rp 200 juta, dan PT SBE sebesar Rp 500 juta.

Retno mengungkapkan, off taker berani membeli bawang merah basah daun dengan harga Rp 6.000 per kilogram, dan bawang kering Rp 13.000 per kilogram. Namun yang terpenting, petani sudah mendapat jaminan, saat panen ada pembelinya dan harga kontrak sebelumnya.

Dalam sistem food estate ini berbasis pada produk, artinya petani menanam konsentrasi pada produksi, hasil panennya sudah ada yang membeli, dan harga ditentukan pada perjanjian kerja sama sebelumnya, ungkap Retno.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto mengatakan, program food estate di Temanggung seluas 339 hektare, dengan komoditas bawang merah, bawang putih, cabai, dan kentang. Dengan produksi bawang merah 8 ton per hektare, maka jika dihitung petani mendapatkan hasil yang impas. Terlebih dengan produksi 15,7 ton per hektare, sudah dipastikan petani mendapat keuntungan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.