(Beritadaerah – Semarang) Kabupaten Semarang di Jawa Tengah telah berhasil mencapai target produksi padi pada tahun 2021 yakni sebesar  264.010 ton gabah kering panen, atau surplus 81.920 ton. Pencapaian produksi padi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu saat panen raya padi di Desa Udanwuh, Kaliwungu, Rabu (12/1).

Sunu juga mengatakan surplusnya produksi padi, secara umum terjadi karena adanya peningkatan produksi panen padi per hektare.

“Selain penggunaan bibit unggul, kondisi itu juga disebabkan penerapan pola tanam oleh petani yang sesuai arahan para penyuluh di lapangan,” kata Sunu yang dikutip laman Jatengprov, Kamsi (13/1).

Apresiasi disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha terkait dengan pencapaian produksi padi di Kabupaten Semarang tersebut dan meminta semua jajaran Dispertanikap untuk terus berupaya membantu petani dalam meningkatkan produksi padinya. Di antaranya, dengan melakukan pengolahan tanah yang baik, menggunakan bibit unggul dan mengurangi pestisida.

Selain itu juga Bupati Semarang mendorong agar generasi muda di Kabupaten Semarang dapat menjadi penggerak pertanian modern, termasuk mengembangkan pertanian organik.

Sementara itu Camat Kaliwungu Suyana menjelaskan kenaikan produksi padi yang terjadi di wilayahnya mencapai 0,2 ton per hektare.

Dalam upaya mendukung swasembada pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 2021 dengan sasaran luas lahan 20.000 hektare. Kuota asuransi tersebut diberikan kepada 29 kabupaten, yang sawah padinya memiliki risiko bencana tinggi  dan serangan hama. Untuk biaya keikutsertaan AUTP yang berasal dari anggaran APBD Provinsi Jateng, digratiskan.

Tujuan pemberian AUTP dari Pemprov Jateng untuk adalah melindungi petani dari gagal panen atau puso. Adapun, 29 kabupaten yang tahun ini diprioritaskan mendapat kuota di antaranya, Sragen, Grobogan, Pemalang, Brebes, Kudus, Demak, Kebumen, Purworejo, Blora, Sukoharjo, Klaten, dan  Wonogiri.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.