(Beritadaerah – Majalengka) Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak saat meninjau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat pada hari Minggu (9/1). Turut hadir bersama dengan Menhub Budi dalam peninjauan ini yakni Direktur Utama BIJB Kertajati Muhammad Singgih, Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Nur Isnin Istiantono, Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar, Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin, Dirut PT GMF Andi Fahrurozi, dan General Manager Airnav Cabang Kertajati, dan EGM PT AP II Bandara Kertajati.

Dalam pertemuan bersama dengan BIJB, Angkasa Pura II, Airnav, Garuda Maintenance Facilities (GMF), dan jajaran Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Menhub Budi mendorong pengembangan angkutan kargo dan pemeliharan pesawat/Maintenance, Repair, Overhaul (MRO) agar lebih optimal kedepannya.

Saat ini Bandara Kertajati tengah disiapkan menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat, selain menjadi tempat embarkasi dan debarkasi haji dan umroh, demikian yang disampaikan Menhub Budi.

“Kita harus gencar mensosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara Kertajati dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien,” kata Menhub yang dikutip laman Dephub, Minggu (9/1).

Menhub mendorong pengelola Bandara Kertajati untuk berkomunikasi dengan para perusahaan kargo internasional misalnya dari Dubai, Hongkong, dan negara lainnya, agar pergerakan angkutan kargo terus meningkat.

Dalam upaya memperkenalkan keunggulan dan potensi di Bandara Kertajati kepada calon investor, pihak terkait dapat melakukan presentasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Selain itu terkait optimalisasi pemanfaatan fasilitas pemeliharaan pesawat (MRO), Menhub mengajak pengelola Bandara Kertajati untuk berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu Dirut BIJB Kertajati pada kesempatan yang sama menyampaikan, pihaknya tengah menyiapkan Bandara Kertajati sebagai kawasan terintegrasi/pusat pemeliharaan pesawat (AMO Center). Menurutnya potensi pasar pemeliharaan pesawat masih besar karena sekitar 46 persen dari pesawat Indonesia masih melakukan pemeliharaan pesawat di luar negeri.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.