(Beritadaereah – Banyuwangi) Lobster sebagai komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki pasar ekspor yang cukup besar. Terkait dengan hal tersebut, perlunya dilakukan budidaya lobster yang memiliki kualitas yang baik untuk ekspor. Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang memiliki perairan laut yang mendukung untuk menjadi penghasil lobster kualitas ekspor. Bahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tertarik mendirikan lobster center di Banyuwangi.

Pantai Grand Watu Dodol (GWD) telah menjadi lokasi bagi budidaya lobster di Banyuwangi. Lokasi ini memiliki Unit Percontohan Budidaya lobster, Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan yang dikelola oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bangsring KKP.

Kelompok nelayan di GWD dengan mahasiswa, dan pihak akademisi dari berbagai kampus di Indonesia bersama melakukan penelitian dan pengembangan budidaya lobster dilokasi ini.

Lobster dari Banyuwangi diakui memiliki kualitas ekspor, demikian yang dikatakan oleh Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bangsring, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Achmad Subijakto yang diakrab dipanggil Toto.

“Dibanding daerah penghasil lainnya, perlu diakui lobster hasil budidaya dari perairan Banyuwangi memiliki kualitas yang bagus. Lobsternya fresh, kualitasnya ekspor,” kata Toto yang dikutip laman Banyuwangikab, Sabtu (8/1).

Dijelaskan oleh Toto, nelayan Banyuwangi berhasil melakukan budidaya lobster di perairan utara dan hasilnya baik dengan kualitasnya mutu alam. Jadi meskipun budidaya, kualitasnya seperti tangkapan. Layak ekspor dan produksinya meningkat tajam, bahkan sudah rutin dilakukan ekspor ke Taiwan, Hongkong, Singapura, dan negara lainnya.

Kelompok nelayan di GWD memiliki enam keramba dimana satu keramba dapat menghasilkan 40 kilogram lobster. Saat panen, bisa mencapai 2,5 kuintal hingga 3 kuintal. Untuk ukuran lobster 50 hingga 200 gram harga jualnya antara Rp 400.000 hingga Rp 500.000 satu kilogramnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, potensi lobter yang sangat besar ini akan lebih optimal bila dimaksimalkan. Apalagi dengan bantuan dari pemerintah pusat dengan menjadikan Banyuwangi sebagai pusat peneilitian lobster, nelayan Banyuwangi juga akan diuntungkan. Dengan budidaya ini dapat memberikan kesejahteraan bagi kelompok nelayan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.