(Beritadaerah – Jakarta) Program Asesmen Nasional (AN)  sudah diyakini oleh  sebanyak 64,6 persen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dapat mengukur kualitas pendidikan di Indonesia. Data terbukti  dari hasil survei terkait AN yang dilakukan Litbang Kompas pada 15-26 November 2021 kepada 254 guru dan tenaga kependidikan di 34 provinsi di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jumeri, menanggapi hasil survei dari Litbang Kompas tersebut dengan mengapresiasi keterlibatan  para pendidik dan tenaga kependidikan tersebut  tentang  Asesmen Nasional yang  tahun 2021 baru pertama kali diselenggarakan.

Inovasi penting dari Kemendikbudristek untuk mendeteksi kemampuan minimal dalam bidang literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan belajarnya dapat ditunjukkan dengan Asesmen Nasional,, demikian dijelaskan oleh Dirjen Jumeri,

Dari hasil survei bahwa sebagian besar menunjukkan bahwa  ada 72,8% responden  setuju dengan pelaksanaan Program Asesmen Nasional. Sebagian besar  responden mengerti akan  tujuan pelaksanaan AN dimana  dapat  mengukur kompetensi siswa (45,3 persen) serta  pemetaan mutu sekolah (42,1 persen) berdasarkan potensi  literasi dan numerasi, karakter siswa, juga lingkungan sekolah.

Sebagian responden, ada yang  mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mendaftar Asesmen Nasional (49,7 persen). Juga sebanyak 36,6 persen menyatakan menyiapkan persiapan terkait fasilitas penunjang pelaksanaan  Asesmen Nasional.

Selain itu, meski ada yang memandang  negatif, Sebagian besar responden tidak merasa khawatir sama sekali dengan pelaksanaan Asesmen Nasional (68,3 persen).

Made Astika, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, menjelaskan  bahwa penyelenggaraan AN di wilayahnya dimulai dengan memastikan kesiapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), satuan pendidikan, pendataan siswa, hingga rapat-rapat yang mengikutsertakan lembaga terkait. Tahun ini,

Disampaikan  kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan supaya hasil AN dijadikan sebagai dasar untuk perencanaan dalam memperbaiki pembelajaran literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan. Juga diharapkan agar   pemerintah daerah (Pemda) melalui dinas pendidikan daerah dapat memberi kemudahan dan bimbingan kepada kepala satuan pendidikan agar  terus memperbaiki hasil AN.

Metode wawancara dilakukan dari Survei AN ini ,melalui telepon (telesurvei) dengan teknik pengambilan sampel systematic random sampling dengan data yang diperoleh dari Kemendikbudristek. Yang melakukan wawancara adalah para  interviewer terlatih dengan durasi 10-15 menit menggunakan kuesioner yang disusun Tim Litbang kompas dan juga telah disetujui oleh  Tim Kemendikbudristek. Survey dilakukan dengan tujuan  untuk mendapatkan informasi tentang persepsi publik, mengukur kepuasan publik, dan mengeksplorasi ekspektasi publik tentang AN yang pertama kali dilaksanakan pada 2021.

 

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.