(Berita Daerah-Nasional)  Sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia, pembatasan aktivitas ekonomi mulai dilonggarkan meskipun di lain sisi masih terdapat celah yang  cenderung ‘wait and see’ seiring mulai muncul lonjakan kasus Covid di beberapa negara.

Pertumbuhan ekonomi mayoritas negara dunia di benua Eropa, Amerika, dan Asia pasca pandemi dengan perbaikan sejumlah harga komoditas global dijadikan sumber pendorong pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus perlu diwaspadai dapat berpotensi risiko.

Dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021, di Ballroom SwissBell Hotel Danum Palangka Raya, Rabu (24/11/2021), dihadiri secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju.  Dengan tema “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi”.

Hadir secara langsung di acara tersebut, Kepala Perwakilan BI Prov. Kalteng, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Prov. Kalteng, Sekda Kota Palangka Raya.  Serta, Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng, Pimpinan Perbankan Prov. Kalteng, Pemimpin Perguruan Tinggi dan Akademisi, Pemimpin Redaksi Media Massa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kalteng Rihando dalam sambutannya disampaikan perekonomian global sebagaimana diketahui bersama masih diwarnai dengan pertumbuhan yang tidak merata  Saat ini pasar keuangan dunia tengah dalam pemulihan.

Di Kalimantan Tengah mulai ditunjukkan peningkatan inflasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terus dilanjutkan tren positif, namun target inflasi nasional masih pada kisaran sebesar 3±1%.

Beberapa hal disampaikan oleh Rihando Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kalteng, bahwa pada bulan Oktober 2021, inflasi di Kalimantan Tengah  tercatat sebesar 3,06% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Nasional sebesar 1,66% (yoy) dan inflasi di Pulau Kalimantan sebesar 2,13% (yoy)”.

Aktivitas perekonomian masyarakat mulai pulih ditunjukkan dengan tumbuhnya inflasi di Kalimantan Tengah dan upaya Pemerintah daerah berjalan baik  dalam mengendalikan pandemi.  Dengan melihat besarnya ketergantungan batu bara dan kelapa sawit,  maka sudah saatnya dicoba  kinerja ekspor dapat didongkrak potensi komoditas lain.  Antara lain komoditas sarang walet, komoditas Nipah di pesisir sungai Kalimantan Tengah yang tersebar luas.

Rihando menambahkan potensi komoditas lainnya Komoditas Ubi Porang dan udang vaname, saat ini tengah menjadi komoditas primadona didukung oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dijadikan Pembangunan kawasan agrowisata dengan memanfaatkan potensi buah-buahan dan lahan perkebunan/pertanian yang ada.

Komoditas lainnya yang kinerja ekspornya dapat ditingkatkan saat ini antara lain yang tersebar luas di tengah PSN Food Estate dan  buah- buahan lokal yang potensi nya telah terkenal di tingkat nasional maupun internasional seperti Paken, Durian Katingan, dan Durian Undang/Otak Udang yang dapat dikelola menjadi agrowisata yang  mendorong pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Dalam sambutannya, Rihando mengharapkan Platform digital, belanjakalteng.com menjadi media promosi yang kuat wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.