(Beritadaerah – Nasional) Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan Indonesia tampil dalam ajang Dubai Expo 2020. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berpartisipasi di Dubai Expo 2020 dengan menempati Paviliun Indonesia pada rolling exhibition dari tanggal 19-25 November 2021.

Produk UMKM yang dipamerkan antara lain abon ikan patin, fish skin berbagai rasa, abon ikan bandeng, baby fish crispy, stamina salt, milk bath, detox bath herbal, bath soak, wideran abon, keripik duri lele, sumpia ikat, ikan kayu aceh, ikan dan udang kremez, hingga ikan kuaci.

Dubai Expo 2020 merupakan pameran berskala dunia (world expo) yang menampilkan perkembangan dan kemajuan di bidang industri, teknologi, budaya, lingkungan hidup, dan lainnya. Gelaran kegiatan tersebut akan berlangsung selama 182 hari (6 bulan) pada tanggal 1 Oktober 2021 – 31 Maret 2022, dan diikuti oleh 192 negara peserta dari seluruh dunia dengan target pengunjung sebanyak 25 juta orang.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti usai mengunjungi Dubai Expo pada hari Senin (22/11), menyampaikan ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mengenalkan produk-produk UMKM kita kepada dunia. Karena Dubai Expo ini merupakan ajang terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan FIFA World Cup.

Ditambahkan oleh Artati, keikutsertaan di ajang internasional ini menunjukkan keseriusan KKP dalam mengangkat daya saing UMKM. Selama ini, Ditjen PDSPKP terus melakukan pembinaan dan pendampingan serta pelatihan on boarding UMKM di marketplace, fasilitasi galeri produk UMKM di bandara dan rest area, fasilitasi pameran virtual, serta fasilitasi promosi dan pemasaran produk unggulan UMKM.

“Ini bentuk kehadiran negara kepada UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, KKP sendiri telah meluncurkan Program #pasarlautindonesia untuk penguatan daya saing UMKM,” kata Artati yang dikutip laman KKP, Senin (22/11).

Selain produk UMKM, di Paviliun Indonesia, KKP juga menampilkan produk premium seafood, produk kosmetik berbasis rumput laut dan kerajinan kekerangan. KKP juga memanfaatkan ruang tersebut untuk menampilkan video promosi branding Indonesia Seafood, Indonesian Tuna, Indonesian Shrimp, Indonesian Lobster pada media tayang di business lounge, theatre dan mini stage/indoor stage.

Terakhir Artati, berharap, melalui ajang ini, citra positif produk kelautan dan perikanan Indonesia di dunia khususnya di pasar Timur Tengah dan Afrika semakin meningkat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.