(Beritadaerah – Nasional) Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah seperti jalan, jembatan, waduk, saluran irigasi dan lainnya. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Kementerian PUPR akan membangun jembatan gantung kaca, tepatnya di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur.

Ada 10 KSPN yang menjadi prioritas pemerintah selain Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur. yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah,  Wakatobi di Sulawesi Tenggara,  Lombok di Nusa Tenggara Barat, Tanjung Kelayang di Bangka-Belitung,  Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Manado-Likupang-Bitung di Sulawesi Utara, Morotai di Maluku Utara, dan Raja Ampat di Papua Barat.

Nantinya pembangunan jembatan di KSPN Bromo-Tengger-Semeru ini akan mendukung aksesbilitas pejalan kaki dan magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan ini. Jembatan gantung kaca dengan panjang 150 meter ini akan dibangun di Seruni Point, Kabupaten Probolinggo, membentang di atas jurang dengan kedalaman sekitar 80 m.

Dikutip dari laman PU, Jumat (19/11), pembangunan jembatan gantung kaca akan dibangun dengan pondasi tiang bor dan struktur kaca pengaman berlapis. Sebagai informasi, kaca pengaman berlapis (laminated glass) terdiri dari dua lembar kaca atau lebih yang direkatkan satu sama lain dengan menggunakan satu atau lebih lapisan laminasi (interlayer). Jembatan ini didesain khusus untuk dilalui pejalan kaki. Dari jembatan ini, pengunjung akan dapat menikmati pemandangan Gunung Bromo sekaligus memacu adrenalin.

Saat ini Kementerian PUPR tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur lainnya seperti jembatan gantung antar desa. Dimana pembangunan tersebut merupakan usulan dari Pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), TNI, dan DPRD yang berada dilingkungkan setempat dengan mengajukan usulan jembatan gantung yang ditujukan kepada Kementerian PUPR. Dalam pelaksanaannya nanti Kementerian PUPR akan mempertimbangkan kondisi wilayah, kesesuaian lokasi, manfaat, sosial, ekonomi, dan urgensi pembangunan jembatan.

Selain itu, adapun kriteria pemilihan lokasi didasarkan pada jembatan digunakan oleh pelajar sekolah dan ekonomi antar desa, jembatan pejalan kaki dalam kondisi kritis atau bahkan runtuh, kondisi jalan akses memungkinkan untuk mobilisasi rangka jembatan, menghubungkan minimal dua desa, dan akses memutar apabila tidak ada jembatan cukup jauh atau minimal 5 km.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.