(Beritadaerah – Bawen) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang kembali menggelar Kabupaten Semarang Expo (Kasmex) pada tahun 2021, meski pada tahun sebelumnya absen karena pandemi COVID-19. Penyelenggaraan Kasmex memiliki daya tarik sendiri bagi para pelaku UMKM regional, dalam upaya meningkatkan dan memprosikan produknya.

Saat kondisi kelesuan perekonomian, masih ada peserta dari luar Kabupaten Semarang yang ikut serta pada pameran kali ini, demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag (Diskumperindag) Kabupaten Semarang Heru Cahyono saat Pembukaan Kasmex 2021, di Bale Agung Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/11).

“Tujuan Kasmex memang untuk memperluas pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah. Hal itu dilakukan dengan menjalin kerja sama yang kuat antar kabupaten/ kota,” kata Heru yang dikutip Jatengprov, Sabtu (13/11).

Heru juga menjelaskan dalam Kasmex 2021, ada 32 peserta UMKM dan instansi terkait yang mengikuti expo ini, termasuk  dua perwakilan dari Kabupaten Sukoharjo dan Malang, Jawa Timur.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Sukoharjo Iwan yang ikut sebagai perwakilan menegaskan, omzet pelaku UMKM dari Sukoharjo yang mengikuti Kasmex naik sekitar 10 persen. Pihaknya telah tiga kali memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengikuti pameran ini. Disamping itu, setiap kali partisipasi, ditampilkan UMKM yang berbeda dari Sukoharjo. Kali ini produk batik dengan pewarna alami dari Polokarto yang dipajang.

Ditambahkan juga oleh Iwan, bahwa pameran Kasmex 2021 ini strategis di tingkat Jawa Tengah dan sangat bagus untuk potensi buyers.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha pada kesempatan yang sama mengajak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk menjamin mutu produknya. Sehingga, dapat bersaing dengan produk sejenis dan bahkan memasuki pasar ekspor.

Bupati Ngesti juga meminta agar para peserta dan pelaku UMKM yang mengikuti Kasmex 2021 dapat menjaga protokol kesehatan dan mendukung percepatan vaksinasi, di tengah upaya untuk membangkitkan usaha produktiftasnya.

Sehingga dengan upaya ini Kabupaten Semarang menjadi turun ke level 1 PPKM, sebab salah satu indikator untuk turun level PPKM adalah capaian sasaran vaksinasi COVID-19. Selain itu dengan turun level 1, Kabupaten Semarang mendapatkan berbagai kelonggaran di bidang sosial ekonomi. Hal tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.