(Beritadaerah – Bandung) Pameran kendaraan listrik yang pertama di Indonesia bertajuk 1st Indonesia E-Vehicle (IEV) Expo 2021 dibuka di Unionsquare Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/11). Pameran ini merupakan kerja sama antara Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

IEV Expo 2021 berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 November 2021. Adapun pameran ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional. Selain pameran, ada berbagai acara dalam IEV Expo 2021 seperti bedah kendaraan listrik, demo swap baterai, dan talkshow disiarkan melalui media massa dan media sosial. Pengunjung yang ikut dalam pameran harus tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi.

Beberapa perusahaan dan industri kendaraan listrik nasional yang ikut ambil bagian dalam pameran IEV Expo yakni Bank Syariah Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat, PT Triangle Motorindo (Viar), PT TUV Rheinland Indonesia, PT Volta Indonesia Semesta (Volta), PT Wika Industri Manufaktur (Gesits), PT Juara Bike dan PT Andalan Auto Prima (Hyundai Andalan Leuwipanjang).

Pameran ini digelar dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang kendaraan listrik bertenaga baterai sebagai alternatif kendaraan konvensional berbahan bakar bensin, demikian yang disampaikan oleh Kepala BSN Kukuh S Achmad.

“Tujuan pameran ini memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat bahwa listrik adalah masa depan kita,” kata Kukuh yang dikutip Jabarprov, Rabu (3/11).

Kukuh juga menjelaskan industri transportasi di Indonesia memiliki potensi yang besar, salah satunya pangsa pasar kendaraan listrik yang tinggi. Salah satu komponen utama tenaga penggerak kendaraan listrik adalah baterai, dimana Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan bahan baku baterai terbesar di dunia. Dengan cadangan bahan baku nikel terbesar di dunia tersebut, ini jadi modal besar bagi Indonesia menghadapi masa depan, dan Indonesia akan menggunakan kendaraan bermotor listrik.

Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, mengapresiasi pameran kendaraan listrik pertama ini yang di dalamnya ada keterlibatan Dinas Perhubungan Jawa Barat. Pameran ini merupakan ajang memperkenalkan energi listrik sebagai pengganti bahan bakar berbasis energi fosil kepada masyarakat secara luas. Saat ini ketersediaan energi fosil yang semakin berkurang, dan penggunaannya juga memberikan dampak negatif bagi pencemaran lingkungan.

Ditambahkan oleh Setiawan, dengan adanya pameran ini dan yang pertama di Indonesia, akan membuat masyarakat familiar bahwa kita mempunyai produk bahan bakar lain yang tidak menggunakan energi fosil, di antaranya adalah yang melalui energi listrik.

Dalam mendukung bauran energi nasional, Setiawan menjelaskan bahwa Pemda Jabar memiliki target untuk berkontribusi sebesar 10 persen, dan akan ditingkatkan menjadi 20 persen pada 2030. Pada 2050 akan ditingkatkan lagi menjadi 28-30 persen.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.