(Beritadaerah – Semarang) Produk furnitur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Tengah telah di ekspor ke Eropa pada hari Jumat (29/10), melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah.

Pandemi COVID-19 yang terjadi membuat warga Eropa selama work from home (WFH) mengganti dekorasi rumah. Peluang ini yang dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan melepas 393 unit furnitur dengan nilai Rp 113,19 juta ke Belgia. Selama 12 bulan, produk dari enam UMKM itu akan dipamerkan di Gedung Borgerhub.

Terkait dengan ekspor ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi upaya tersebut dan proses ekspor ke Belgia saat pandemi COVID-19, memerlukan perjuangan berat.

“Kita akan ekspor ke Belgia ini rumit minta ampun. Pertama dari UMKM-nya, kedua kontainernya sulit. Kemudian kita pikirkan biaya promosi di Belgia. Dengan lobby panjang ini merupakan hasil akhir yang bisa kita dapatkan,” kata Ganjar yang dikutip laman Jatengprov, Sabtu (29/10).

Ganjar berharap, dengan ekspor ini bisa membuka jalan bagi UMKM Jateng lainnya, kedepan akan lebih mudah melakukan ekspor ini karena sudah ada pengalaman.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati menyampaikan rencana ekspor produk kayu ke Belgia telah dibahas sejak awal 2021 dan sebelum diberangkatkan ratusan produk furnitur itu telah dikurasi untuk menyesuaikan dengan selera pasar setempat.

Ditambahkan oleh Ema, pengiriman produk ke Belgia dilakukan pada pertengahan tahun ini. Namun, pihak perajin mengalami kendala bahan baku. Mulanya, produk yang akan dikirim bervolume 42 feet kontainer. Namun, kali ini hanya bisa mengekspor 20 feet kontainer.

Selain ke Belgia, produk UMKM Jateng juga diminati oleh tiga negara, yakni India, Australia, dan Jepang. Untuk pasar Jepang, produk yang telah lolos kurasi adalah kain lukis dan kerajinan enceng gondok. Produk tersebut nantinya akan dipamerkan di pusat perbelanjaan Tsurya dan Mitsukoshi.

Sedangkan untuk pasar Sydney dan Perth di Australia, tengah dilakukan identifikasi produk food and beverage, aksesoris, handicraft, fesyen batik tulis, tenun, briket, plastik, jas hujan, dan sebagainya. Adapun, untuk pasar Mumbai di India produk yang diminati adalah bumbu eksotis, seperti kayu manis, jahe, kunyit, teh, kopi vanila dan merica.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.