(Berita Daerah-Nasional)   Indonesia melalui Kemlu (Kementerian Luar Negeri) tetap konsisten menyuarakan isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Juru Bicara (Jubir) Kemlu RI, Teuku Faizasyah, menyampaikan bahwa Indonesia tidak masuk dalam daftar 43 negara yang berkaitan dengan keprihatinan terhadap etnis Uighur di Xinjiang, China

Pelaporan instrumen-instrumen HAM disampaikan melalui mekanisme Universal Periodic Review, sesuai keterangan Teuku Faizasyah pada hari Minggu (24/10/2021).

Sidang Komite III Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-76 di New York, Amerika Serikat, 21 Oktober 2021, pernyataan bersama  mengenai isu  Xinjiang oleh sejumlah negara disampaikan dalam 2 Join Statement (JS).

JS Pertama adalah keprihatinan atas isu Xinjiang, disampaikan oleh Wakil Tetap (Watap) Perancis dari perwakilan 43 negara dan mayoritas negara-negara Eropa dan Amerika Utara.

Kemudian Kuba menyampaikan JS Kedua, yakni dukungan RRT tentang isu Xinjiang  perwakilan  62 negara, termasuk Kuwait, Saudi Arabia, Rusia, Maladewa, Maroko, Ghana dan Pakistan.

Sebelumnya, dukungan 43 negara disampaikan Duta Besar Prancis untuk PBB Nicolas Riviere.

Negara-negara tersebut menyampaikan seruan bagi  China supaya akses tak terbatas ke Xinjiang diijinkan bagi pengamat independen, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.