(Beritadaerah – Kendal) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong para pelaku UMKM di Jawa Tengah dapat masuk ke pasar ekspor. Pemprov Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan program tersebut seperti melakukan pertemuan bisnis, bimbingan teknis dan lainnya.

Salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yang terus aktif mendorong produk UMKM daerahnya dapat menembus pasar ekspor adalah Kabupaten Kendal. Pemerintah Kabupaten Kendal mengajak para pelaku UMKM di daerahnya dapat mendunia dan merambah pasar ekspor.

Dalam pelatihan, pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Pelayanan Ekspor Indonesia (LPEI) berupaya memberikan pengetahuan praktis bagi para pelaku UMKM, tentang bagaimana mempersiapkan atau memulai kegiatan ekspor, demikian yang dikatakan olah Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal Kuncahyadi saat pelatihan ekspor bagi para pelaku UMKM di Pendapa Tumenggung Bahurekso, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (6/10).

“Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini untuk memberikan pengetahuan tentang cara memulai ekspor, proses kegiatan ekspor, informasi peluang pasar dan membuka jajaring dengan pelaku usaha lain untuk tujuan ekspor. Selain itu, juga memberikan pelatihan berkelanjutan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Kendal untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, hingga mencetak eksportir baru yang berkualitas,” jelas Kuncahyadi yang dikutip laman Jatengprov, Kamis (7/10).

Kuncahyadi berharap, pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya, agar lebih bisa maju dan bisa mengekspor produknya ke luar negeri.

Salah satu narasumber yakni eksportir dari Malang Sumhaji, menceritakan pengalaman keberhasilan usahanya dan untuk menuju kesana, ia fokus bagaimana mencari pembeli lewat internet (buyer), yang kemudian bersama-sama melakukan riset untuk menentukan kata kunci agar produk yang dijual mudah dicari masyarakat.

Dijelaskan juga oleh Sumhaji bagaimana mencari buyer yang sesuai dengan ekspor negara tujuan, seperti contoh negara Eropa, maka harus dicari market place dinegara tersebut melalui internet. Untuk pembayaran didapatkan secara DP dari pihak buyer.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2021, nilai ekspor produk dari Jawa Tengah mencapai US$ 967,60 juta. Angka in mengalami kenaikan sebesar 18,56 persen, dibanding Juli 2021. Kenaikan itu disebabkan kenaikan pada ekspor barang nonmigas sebesar 12,07 persen, dan barang migas naik menjadi 167,82 persen.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.