(Beritadaerah – Aceh) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPPP) Medan melaksanakan kegiatan ‘Pelatihan Budidaya Udang Vanname’ di Kota Langsa, Provinsi Aceh, dari tanggal 4 hingga 5 Oktober 2021. Dari pihak pelaksana, pelatihan ini dilakukan secara blended learning dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Udang Vanname merupakan komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dan mulai banyak dikembangkan oleh petani budidaya di Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong peningkatan budidaya udang ini.

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dan bernilai ekonomi tinggi, demikian yang dijelaskan oleh  Plt. Kepala BRSDM KP, Kusdiantoro.

“Udang Vaname termasuk jenis udang unggulan yang akan dijadikan prioritas dalam mencapai target produksi udang nasional. Terlebih komoditas ini sangat potensial dikembangkan untuk membangkitkan perekonomian,” kata Kusdiantoro yang dikutip laman KKP, Kamis (7/10).

Dalam pelatihan ini, ada 100 peserta, dimana keseluruhannya merupakan pembudidaya udang vaname di Kota Langsa. Pelatihan Budidaya Udang Vanname diinisiasi oleh Anggota Komisi IV DPR Muslim dan kegiatan ini dapat menjadi spirit yang positif serta pilot project dalam mengembangkan Udang Vanname di Provinsi Aceh.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, untuk mencapai target produksi yang digawangi oleh Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono juga perlu dilakukan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pelatihan SDM ini salah satu langkah untuk meningkatkan hasil panen, jika selama ini rata-rata hanya menghasilkan panen 0,6 ton per hektare per siklus. Kedepan, produktivitas dari 0,6 ton per hektare bisa meningkat menjadi 2 ton per hektare seperti yang diharapkan KKP.

Pada September lalu, saat berkunjung ke Provinsi Aceh, Menteri Trenggono menyampaikan optimismenya terhadap Aceh, karena daerah ini dapat menjadi penghasil udang terbesar di Indonesia yang berkontribusi tinggi pada pencapaian target produksi udang nasional. Sebagaimana diketahui, budidaya udang mampu berkontribusi pada kegiatan ekspor hingga 39 persen. Hal tersebut sejalan dengan program prioritas KKP dalam pengembangan perikanan budidaya guna peningkatan pasar ekspor.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.