(Beritadaerah – Nasional) Tahun 2022, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendorong investasi pengolahan rumput laut sehingga bisa memberikan nilai tambah khususnya bagi petani rumput laut di Kawasan Indonesia Timur (KITT). Selain itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan rumput laut telah menjadi salah satu potensi perikanan unggulan yang berpeluang untuk ditingkatkan meskipun yang diekspor masih berupa raw material.

Terkait dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu atau biasa disapa Tebe saat membuka Lokakarya Tata Kelola Pembibitan Rumput Laut Sebagai Kerangka Pengembangan dan Pendistribusian Bibit yang Berkualitas, Kamis (29/9), menyampaikan rumput laut telah menjadi salah satu komoditas unggulan subsektor perikanan budidaya di tanah air, selain dari lobster, udang dan kepiting.

“Saya mengapresiasi semangat pembudidaya maupun stakeholder rumput laut dalam memperjuangkan kegiatan budidaya sektor rumput laut terutama di masa pandemi,” kata Tebe yang dikutip laman KKP, Minggu (3/10).

Dijelaskan oleh Tebe, KKP telah menyiapkan dua dari tiga program terobosan dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia bermuara pada perikanan budidaya. Program terobosan ini meliputi pengembangan perikanan budidaya untuk ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Pembangunan kampung budidaya perikanan tersebut dapat tercapai dengan pendekatan holistik terhadap seluruh pemangku kepentingan seperti jajaran Pemerintah Pusat dan Daerah, stakeholder, akademisi, pelaku bisnis, media hingga masyarakat.

Tebe tambahkan bahwa untuk mencapai target produksi rumput laut yang diproyeksi meningkat dari 9,78 juta ton di tahun 2019 menjadi 12,3 juta ton di tahun 2024, KKP telah merancang rencana kerja melalui ekstensifikasi dan intensifikasi lahan budidaya baik dengan peningkatan produktivitas maupun pembukaan lahan baru seperti untuk tahun 2022 di Maluku Tenggara dan Sumba Timur.

Terakhir, Tebe menyebutkan dalam upaya mendukung program peningkatan produktivitas budidaya rumput laut, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memiliki 15 unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia yang bisa dijadikan partner di lapangan. Sehingga persoalan-persoalan yang terjadi dilapangan dapat teratasi dan mendapatkan solusinya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.