(Beritadaerah- Dubai) Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan sikap pemerintah
untuk memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat memperluas pangsa
pasarnya ke pasar global. Hal ini disampaikan Mendag Lutfi saat berdialog dengan enam UKM
eksportir dalam “Dialog 45 Menit bersama Mendag” dengan tema “Jelang Expo 2020 Dubai: UKM
Indonesia Ekspor ke Timur Tengah” yang dilaksanakan secara virtual hari Jumat (1/10) di Dubai, Uni
Emirat Arab (UEA).
Enam eksportir yang hadir secara virtual yaitu PT Bio Takara, Palemcraft, Nudira SDI (Sumber Daya
Indonesia), Sinar Prima Grup, Legong Bali Nusantara, dan Solusi Mandiri Agro. Turut hadir sebagai
pembicara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid. Dialog tersebut
dimoderatori Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Didi Sumedi.
“UKM adalah pilar dari perekonomian Indonesia. Selain sebagai bagian dari rangkaian kegiatan
pembukaan Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, sesi dialog ini juga merupakan wadah berbagi
pengalaman dan masukan para UKM dan pemerintah, sehingga kita dapat mencari solusi untuk
bersama-sama meningkatkan kinerja ekspor nasional, khususnya di wilayah Timur Tengah,” ujar
Mendag Lutfi.
Mendag Lutfi mengungkapkan, permintaan ekspor produk-produk Indonesia kini semakin
meningkat akibat adanya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. “Saat ini Indonesia
kebanjiran permintaan produk untuk diekspor ke luar negeri. Hal ini merupakan peluang yang luar
biasa untuk mendorong ekspor nasional,” kata Mendag.
Mendag mengungkapkan, saat ini tarif pengiriman barang ekspor melalui jalur laut mengalami
peningkatan lima hingga 10 kali lipat dari sebelumnya, yaitu menjadi USD 10.000—USD 20.000 per
kontainer.
“Terkait tarif pengiriman ekspor jalur laut yang meningkat, kami memberikan usulan kepada para
pelaku UKM, khususnya UKM yang mengekspor produk berukuran kecil atau ringan untuk beralih
dari pengiriman jalur laut ke jalur udara. Hal ini mengingat adanya penurunan angka penumpang
pesawat yang mengharuskan perusahaan penerbangan untuk tetap terbang dengan membawa
muatan kargo,” jelas Mendag.
Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menambahkan, Kadin Indonesia akan berkolaborasi dengan
para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk bersama mencari solusi terkait tantangan
dan hambatan yang dialami para pelaku usaha.
Arsjad menambahkan, Kadin juga terus berupaya mendorong ekspor nasional dengan
memprioritaskan ekspor ke negara-negara yang memiliki comprehensive economic partnership
agreement (CEPA) dengan Indonesia, antara lain UEA, Australia, Swiss, Hongkong, Uni Eropa, Turki,
dan Korea Selatan. CEPA merupakan perjanjian kerja sama antar negara yang dapat dioptimalkan
guna meningkatkan perdagangan internasional.
“Kadin juga berupaya membuat ekosistem yang dapat menghubungkan UKM dengan para calon
buyers. Hal itu dilakukan untuk mempermudah ekspor ke negara-negara tujuan. Rencananya,
proyek ini akan dilakukan di Australia, Swiss, serta akan memanfaatkan perhelatan Expo 2020 Dubai
untuk mengembangkan proyek di UEA,” tutur Arsjad.
Partisipasi Indonesia dalam Expo 2020 Dubai merupakan salah satu upaya pemerintah untuk
meningkatkan kinerja ekspor nasional, khususnya dalam kondisi pascapandemi Covid-19. Paviliun
Indonesia akan mengenalkan lebih dari 300 UKM Indonesia siap ekspor ke pasar Timur Tengah dan
dunia selama enam bulan dari 1 Oktober 2021—31 Maret 2022.

Jimmy A/Journalist/BD
Editor: Jimmy A
sumber: Humas Kemendak

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.