(Beritadaerah – Brigin) Jagung banyak dipilih oleh peternak di tanah air sebagai sumber pakan ternak unggas dan lainnya. Kebutuhan jagung secara nasional setiap tahun mengalami kenaikan, untuk itu pemerintah melakukan beberapa langkah dalam memenuhi kebutuhannya. Salah satu upaya yang dilakukan dengan pemberian benih unggul bagi petani.

Disamping itu pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) tetap menjaga agar harga jagung di pasar tidak over high karena juga akan mengganggu subsektor lain. Guna membantu para peternak yang terdampak fluktuasi harga jagung yang tinggi, Kementan memberikan subsidi jagung khususnya untuk para peternak mandiri di daerah.

Kabupaten Semarang diprediksikan pada tahun 2021, untuk produktivitas jagungnya akan dapat mampu memenuhi kebutuhan lokal. Beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang yang menjadi sentra jagung, mulai memasuki masa panen raya, demikian yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu, di sela-sela panen raya jagung pada lahan milik kelompok tani Dusun Sugih Waras Desa Kalijambe, Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Ditambahkan juga oleh Wigati Sunu, sampai akhir kuartal kedua 2021, tingkat produksi masih 50.900 ton, atau 66 persen dari sasaran sekitar 76 ribu ton pada tahun ini. Wigati Sunu yakin, pencapaian realisasi produksi jagung akan terlampaui pada kuartal terakhir 2021.

“Kita optimis produksi jagung akan dapat terpenuhi sampai akhir tahun. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, sebagian terserap ke beberapa perusahaan pakan ternak,” kata Wigati Sunu yang dikutip laman Jatengprov, Rabu (29/9).

Disebutkan juga Wigati Sunu untuk Kecamatan Susukan diperkirakan akan menyumbang 1.000 ton lebih jagung siap jual pada panen raya ini. Sedangkan Kecamatan Tengaran, Kaliwungu, dan Banyubiru, serta beberapa kecamatan lainnya juga diprediksi serupa.

Salah satu kelompok tani yang mengikuti panen raya yakni Ketua kelompok tani Dusun Sugih Waras, Untung menyampaikan, panen raya jagung kali ini cukup memuaskan. Ia bersama 60 orang anggotanya, dapat untung dan siap meraup laba dari panen jagung di lahan seluas 27,5 hektare. Beberapa daerah ada juga yang mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

6 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.