(Beritadaerah – Gorontalo) Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri peresmian pengelolaan Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan secara daring pada hari Selasa (28/9). Turut hadir dalam acara peresmian tersebut yakni Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin,dan Plt. Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha.

Pelabuhan Anggrek resmi dikelola oleh PT. Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT) sebagai pemenang proyek Pengelolaan Pelabuhan Anggrek dengan skema pendanaan kreatif non APBN melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Nilai investasi dari proyek Pelabuhan Anggrek ini sebesar Rp 1,4 triliun dan biaya operasional sebesar Rp 5,2 triliun yang akan dikerjasamakan selama 30 tahun.

Sedangkan besaran pendapatan konsesi 2,5% per tahun dari Pendapatan Kotor yang dapat dinaikkan secara progressif dan pembagian kelebihan keuntungan (clawback) sebesar 50% disetorkan oleh Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur.

Menhub Budi menyampaikan PT AGIT selaku pengelola pelabuhan agar selalu memperhatikan perkembangan teknologi dan transformasi digital, serta berwawasan lingkungan atau Ecoport. Selain itu, Menhub Budi menyakini PT. AGIT juga pastinya memiliki kredibilitas untuk melaksanaan pengelolaan dan pengembangan Pelabuhan Anggrek.

“Saya berpesan agar PT AGIT dapat menjaga komitmen dan itikad baiknya dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Anggrek untuk 30 tahun ke depan. Serta tetap mematuhi aturan yang berlaku sehingga pelayanan Pelabuhan Anggrek dapat terlaksana secara efektif dan efisien,” ujar Menhub Budi yang dikutip laman Dephub, Selasa (28/9).

Menhub meminta agar pihak pengelola dapat bersinergi secara nasional dan internasional, terutama dengan pemerintah daerah, karena pekerjaan kepelabuhan tidak bisa dikerjakan sendiri namun dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak.

Ditambahkan oleh Menhub Budi, bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas akan terus berkomitmen mendukung pembangunan sampai pengelolaan dari Pelabuhan Anggrek.

Terakhir, Menhub Budi berharap kehadiran Pelabuhan Anggrek mampu meningkatkan konektivitas logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Gorontalo dan kawasan sekitarnya serta meningkatkan daya saing Indonesia.

Sebelumnya, pada bulan Juli yang lalu, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT. AGIT telah menandatangani perjanjian kerjasama melalui skema KPBU. PT AGIT terdiri dari sejumlah perusahaan yakni: PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya (Persero).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.