(Beritadaerah – Bandung) Selama pandemi COVID-19, pemanfaatan platform digital pada UMKM (Usaha mikro kecil menengah) di Indonesia mengalami peningkatan. Dengan platform digital, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi serta menambah saluran penjualan/ pemasaran.

Hal tersebut juga terjadi di Provinsi Jawa Barat, jumlah pelaku UMKM yang masuk pasar online atau marketplace terus bertambah. Sebelum pendemi COVID-19 hanya 20 persen atau 602 pelaku UMKM Jabar yang masuk di marketplace. Setelah didampingi dan dilatih kini sudah ada 1.623 UMKM masuk marketplace atau naik 34 persen, demikian yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat acara launching Toko oleh Kaya.id secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (25/9).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama kabupaten/kota mendampingi dan melatih UMKM selama pandemi COVID-19 untuk tetap bertahan bahkan berkembang dengan beradaptasi dengan teknologi yakni melakukan strategi pemasaran digital.

“Kami di Pemprov Jawa Barat sangat peduli dengan UMKM. Kenapa? Karena 90 persen ekonomi Jawa Barat itu ekonomi UMKM. Kemudian kita ingin semua go digital maka kita lakukan pelatihan pendampingan semua pokoknya,” kata Ridwan Kamil yang dikutip laman Jabarprov, Sabtu (25/9).

Gubernur Ridwan tambahkan bahwa Pemprov Jabar terus mendorong daya saing digital. Saat ini, Jabar menempati posisi dua dalam hal daya saing digital di Indonesia dengan skor 57,1. Selain itu ada empat pilar yang menjadi pendukung daya saing digital yakni SDM berkualitas, pembiayaan teknologi informasi dan komunikasi, pertumbuhan keuangan digital tinggi dan terakhir infrastruktur digital.

Gubernur mengajak pelaku UMKM memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan go digital. Berdasarkan data Google, Temasek, dan Bain & Company 2020, ekonomi digital Indonesia di tahun mencapai USD 44 juta atau Rp 631 triliun. Diprediksi pada 2025 akan meningkat menjadi USD 124 juta atau Rp 1.744 triliun.

Terakhir juga Gubenur Jabar terus mengajak pelaku UMKM berjualan lewat online dan juga harus mengantisipasi lonjakan permintaan sebagai konsekuensi logis.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.