(Beritadaerah –  Nasional)  Pertamina Hulu Industti (PHI)-Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina  yang bergerak di industri migas, memiliki fungsi  penting untuk  menghasilkan minyak bumi dan gas yang dibutuhkan untuk mendukung   pertumbuhan  ekonomi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim  menerangkan bahwa  pada 2020 mereka telah  mencapai produksi rata-rata 51,7 ribu barel minyak per hari (MBOPD) serta 727,5 juta meter standar kaki kubik gas setiap hari (MMSCFD).
Beliau  mengatakan  dalam webinar  mengenai strategi dan usaha  industri hulu migas dalam membangun kemandirian masyarakat, dan lingkungan bahwa tahun ini dari Produksi minyak dan gas sudah tercapai sebesar 13 persen.
Disamping itu  selain mereka telah dan akan  memproduksi migas bagi negara, yang dilakukan oleh  PHI juga konsisten melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) sebagai bukti  komitmen perusahaan terhadap pembangunan yang akan terus dilaksanakan sampai ke depannya nanti.

Dijelaskan oleh Chalid bahwa  manfaat secara ekonomi, sosial, lingkungan, serta hukum dan menjadi bagian dari pendekatan bisnis perusahaan dalam mendukung tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) harus diberikan oleh bermacam program TJSL.

Ada lima pilar yang merupakan satu kesatuan dan berkesinambungan, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi dan infrastruktur, lingkungan, dan tanggap bencana.

Juga ditunjukkan berbagai keberhasilan  dan penghargaan oleh PHI dan setiap unit usahanya pada 2020 dan 2021 sebab  program-program yang diunggulkan  selama ini.  Contohnya, pada 2020, PHI memperolah  lima penghargaan Indonesia CSR Award 2020.

Penghargaan terkini yaitu Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 yang diberikan pada 19 September 2021 kepada PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Untuk  bidang lingkungan, PHI memperoleh penghargaan Proper Hijau untuk 10 lapangan migas yang dijalankan  perusahaan. Tahun ini, pencapaian 14 Proper Beyond Compliance dan dua Proper Biru, yang ditargetkan oleh PHI.

Semua penghargaan yang telah diperoleh adalah sebagai bentuk perwujudan komitmen PHI dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dengan tidak  meninggalkan kepatuhan terhadap seluruh peraturan, standar, serta  ketentuan pemangku kepentingan yang berlaku.

“Perolehan   ini membuktikan  bahwa PHI menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang terus menerus dengan memperjuangkan keseimbangan antara aspek manusia, ekonomi serta lingkungan.

Seiring  dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Kalimantan Sulawesi Azhari Idris menyatakan bahwa , support kepada para  pelaku industri hulu migas dalam hal peningkatan masyarakat sekitar, serta terus mengembangkan peran aktif masyarakat sekeliling.

 

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.