(Beritadaerah – Nasional) Kesiapan infrastruktur pelabuhan perikanan akan menjadi salah satu program yang akan dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2022. Beberapa pelabuhan perikanan di Indonesia saat ini belum memenuhi standar, hal ini perlu dilakukan perbaikan pada tahun 2022. Demikian yang disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bertepatan dengan Hari Maritim Nasional, Kamis (23/9).

“Pelabuhan banyak sekali yang tidak memenuhi standar yang seharusnya. Ini yang akan kita benahi terus di 2022 ke depan. Karena ini hal penting utama, sebab kalau (tempat) pendaratan tidak baik maka proses berikutnya tidak baik,” kata Menteri Trenggono yang dikutip laman KKP.

Ditambahkan oleh Menteri Trenggono, terjadinya bau dan ketidaknyamanan dari aktivitas perikanan karena belum memenuhi standar pengolahan pelabuhan, sehingga perlunya perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAH). Dampak dari hal tersebut, pelabuhan perikanan menjadi sepi aktivitas dan banyak nelayan mengeluh kondisi ini.

Untuk itu, Menteri Trenggono mendorong dilakukan perbaikan infrastruktur peningkatan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar dunia. Sebab pemerintah bisa menjamin kualitas produk perikanan mulai dari penangkapan, pendaratan, hingga sampai tahap pengolahan.

Perbaikan pelabuhan membutuhkan dana yang besar, Menteri Trenggono menyadari hal tersebut dan KKP tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terlebih di masa-masa pandemi COVID-19.

Untuk itu, Menteri Trenggono juga aktif mengupayakan program-program bantuan pembangunan dari lembaga internasional yang mendukung implementasi ekonomi biru pada sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Trenggono berharap kedepan semua pelabuhan perikanan harus memiliki standar infrastruktur yang memadai supaya kualitas produksi perikanan ikut terjamin.

Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui unit pelaksana teknis Ditjen Perikanan Tangkap mengelola 22 pelabuhan perikanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Terdiri dari enam pelabuhan perikanan tipe A (Pelabuhan Perikanan Samudera/PPS), 15 tipe B (Pelabuhan Perikanan Nusantara/PPN), serta satu pelabuhan tipe C (Pelabuhan Perikanan Pantai/PPP).

Pelayanan dan perbaikan infrastruktur pelabuhan akan mendorong kenaikan perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan perputaran ekonomi yang dihasilkan oleh operasional pelabuhan juga meningkat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.