(Beritadaerah- Nusantara) Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap menjadikan pembangunan infrastruktur salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Pembangunan infrastruktur yang terencana diharapkan dapat meningkatkan daya saingdan nilai tambah pada era global sekarang ini,

Menteri Basuki, mengatakan dalam keynote speech secara virtual pada Forum Internasional Integrated Infrastructure Development (InFInID) 2021 yang diadakan oleh Universitas Islam Sultan Agung,

Menteri Basuki mengatakan bahwa “Pembangunan infrastruktur tidak bisa berdiri sendiri, namun harus dihubungkan dengan pengembangan wilayah-wilayah produktif seperti area industri, pariwisata, pelabuhan dan bandara. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperhatikan aspek pelestarian lingkungan mulai dari tahap desain, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan.

Sebagai contoh, pembangunan 61 bendungan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR pada 2020-2024 diikuti dengan rehabilitasi 2 juta hektar (ha) untuk sistem irigasi dan pembangunan 500 ha untuk sistem irigasi baru, sehingga meningkatkan suplai air ke sawah petani.

“Kementerian PUPR melakukan upaya peningkatan produksi energi terbarukan dari bendungan, yakni pemanfaatan lahan bendungan untuk panel surya dan pengembangan hydropower untuk menghasilkan listrik,” ujarnya.

Menteri Basuki mengatakan, bidang konektivitas yaitu pembangunan jalan tol dipastikan terhubung dengan area-area produktif seperti Jalan Tol Trans Sumatera yang terhubung dengan area industri dan pelabuhan, Tol Trans Jawa yang dibangun area industri seperti Jababeka, Karawang, Subang dan Batang untuk mendukung konektivitas

Kementerian PUPR sedang membangun Jalan Tol Semarang-Demak yang juga berfungsi sebagai tanggul laut. jalan tol ini diharapkan dapat menjadi solusi banjir rob yang sering terjadi di jalan nasional Semarang-Demak dan menyebabkan kemacetan. Ditargetkan pembangunannya selesai sebagian pada Juni 2022,”

Menteri Basuki mengatakan, dalam mengendalikan banjir rob semarang Kementerian PUPR terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang terpadu dari hulu ke hilir.

“Pembangunan Bendungan Jatibarang pada bagian hulu di semarang, kanal banjir, normalisasi sungai, tanggul laut, stasiun pompa, kolam retensi, termasuk Bendung Gerak Kanal Banjir Barat,” tuturnya

Menteri Basuki mengatakan Untuk meningkatkan kualitas permukiman dan perkotaan, akan melakukan penataan kawasan salah satunya melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). “Kementerian PUPR telah sudah banyak membangun green building, fasilitas pengendali banjir, ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah, serta peningkatan suplai air bersih dan sanitasi,”

Kementerian PUPR secara berkala memperbarui standar yang berkaitan dengan desain, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan dengan tujuan menjamin keamanan semua infrastruktur yang dibangun, “Termasuk pengembangan peta risiko bencana gempa, dan mendirikan Komite Keamanan Bendungan, Komite Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, serta Komite Keselamatan Bangunan Gedung yang melibatkan para ahli di bidangnya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Kementrian PUPR selalu mendorong dan mengapresiasi segala bentuk inovasi dalam pembangunan infrastruktur, karena dapat memberikan nilai tambah dan memberikan sentuhan humanis dalam setiap pembangunan. “Sehingga pembangunan infrastruktur yang solid/kaku akan didukung dengan sentuhan elemen estetika,” ujarnya.

Jimmy A/Journalist/BD
Editor: Jimmy A
sumber: Biro Pers Kemenpupr

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.