(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Indonesia dengan wilayah yang sangat luas dan kondisi daerah kepulauan, menjadikan tidak dapat terhindar dari adanya daerah tertentu yang sulit dijangkau. Terkait hal ini, bersamaan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) bekerjasama dengan komunitas setempat mengadakan pelayanan pengobatan dan distribusi logistik Tol Laut yang mengangkut bahan makanan untuk Suku Elseng dan masyarakat kampung Bangai, di Distrik Gresi Selatan, Genyem, Kabupaten Jayapura.

Untuk diketahui, Suku Elseng termasuk ini adalah suku yang keberadaannya masih terisolir dan nomaden di Tanah Tabi, Papua. Jadi suku ini tergolong suku di Tanah Tabi yang masih primitif.

Manfaat dan keberadaan Tol Lautini  menjadi bukti nyata upaya kehadiran pemerintah untuk masyarakat di pedalaman yang masih terisolir. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komunitas Medis Papua Tanpa Batas yang juga merupakan Dokter Muda lulusan Universitas Cenderawasih Jayapura, Ruth Yoteni.

Sebuah kemajuan yang sangat berdampak positif, bahwa Program Strategis Nasional Tol Laut menyentuh sampai ke setiap wilayah Papua. Memasuki tahun 2021 peningkatan penggunaan Tol Laut dengan konektivitas logistik terus meningkat.

Diharapkan pasokan distribusi logistik terus dapat menjangkau masyarakat yang berada di daerah pegunungan dan terisolir, sesuai dengan Tema Harhubnas 2021 Bergerak Harmonikan Indonesia.

Kegiatan pelayanan kesehatan dilakukan selama dua hari di Kampung Bangai, Gresi Selatan. Sasaran pelayanan kesehatan tidak hanya untuk masyarakat dari Suku Elseng dan masyarakat Kampung Bangai saja, tetapi juga pelayanan kesehatan untuk hewan ternak, bahkan bantuan penjajakan pembangunan bagi sekolah untuk Suku Elseng.

Sebagai informasi, Tol Laut di Papua terus mengalami peningkatan. Jumlah muatan pada Voyage 8 dan 9 pada Trayek T-19 lintas Papua yang mencapai 61 Kontainer, demikian juga pada lintasan Trayek lainnya di wilayah Papua dan Papua Barat pada Trayek T-9 dan Trayek T-11 yang semakin meningkat kemudian diikuti juga peningkatan muatan berangkat pada Trayek T-22, Trayek T-23, Trayek T-24, Trayek T-25 dan bahkan penambahan lintasan layanan Kapal pada Trayek T-26 dapat melayani sampai ke Mumugu Kabupaten Nduga.

Ditambah dua Trayek lagi untuk distribusi Logistik di wilayah Selatan Papua yaitu Trayek T-27 Merauke – Pomako, dan Trayek T-28 untuk menjangkau wilayah selatan Papua, NTT dan Maluku.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.