(Beritadaerah – Komoditi) Di Kabupaten Cianjur, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan klaster tambak udang vaname. Udang vaname adalah udang berkaki putih yang terkadang disebut udang raja, nama ilmiahnya adalah Litopenaeus vannamei. Lokasi tambak vaname ini berada di desa Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan: “Produktivitas tambak di sini cukup bagus. Dan pada panen parsial hari ini ada sekitar 5 ton yang dihasilkan. Udang size 80 dengan harga jual Rp60 ribuan per kilogram, berarti sekitar Rp 300 juta nilainya.”

Beberapa fasilitas klaster tambak udang vaname di Cidaun adalah 15 kolam produksi, tiga tandon dan satu kolam IPAL.  Klaster tambak ini sejak tahun 2015 telah beroperasi dengan total panen pada siklus pertama mencapai kurang lebih 32 ton.

Bulan September kali ini merupakan panen parsial pertama di siklus kedua yang diperkirakan hasilnya bagus, tidak jauh berbeda dari hasil panen total siklus sebelumnya.

Udang vaname yang dipanen memeiliki tolok ukur produktivitas selain kuantitas udang juga keberlanjutan produksi udang melalui tambak. Juga peningkatan pemahaman masyarakat pengelola dalam budidaya udang yang baik dan ramah lingkungan.

Klaster tambak udang ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mandiri yang sebelumnya menekuni kegiatan bercocok tanam. Lahan tambak dulunya merupakan area pertanian palawija yang sudah tidak berproduksi.

Penanggungjawab tambak, Ahmad Hidayat mengakui keberadaan klaster tambak udang vaname bantuan dari KKP ini membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar. Penghasilan yang diperoleh anggota aktif meningkat hingga tiga puluh kali lipat.

Keberadaan klaster tambak juga menjadi solusi penyerapan tenaga kerja di masa pandemi Covid-19. Karena masyarakat sekitar dapat bekerja membantu operasional tambak, seperti memberi pakan hingga melakukan sortir udang saat musim panen.

“Saat pandemi seperti sekarang mata pencaharian susah, namun dengan adanya tambak ini kita masih punya mata pencaharian,” ungkap Ahmad.

Pembangunan klaster tambak ini mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong peningkatan produktivitas udang nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam kesempatan berbeda, mengatakan bahwa udang termasuk komoditas perikanan yang tengah digenjot produktivitasnya untuk memenuhi target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton tahun 2024.

Agar tercapai target tersebut, ada tiga strategi KKP yang diterapkan, mulai dari evaluasi, revitalisasi salah satunya melalui program klaster tambak, hingga pembangunan tambak udang terintegrasi. Satu hal lagi yang ditekankan yaitu pentingnya menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan, termasuk dalam mengelola tambak udang.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.